Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perempuan Bali Dapat Setengah Warisan Orang Tua

Sabtu, 28 November 2015, 09:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Tabanan menggelar workshop sehari bertema Upacara Sudhi Widani dan Hak Waris untuk Perempuan Bali di Kantor Bupati Tabanan, Jumat (27/11/2015). 
 
Workshop dibuka oleh Staf Ahli Bupati Tabanan Tabanan bidang Kemasyarakatan dan SDM Nyoman Sumartana, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabanan Sri Labantari serta Ketua WHDI Kabupaten Tabanan Nyonya Putriningsih Wirna.
 
Salah satu narasumber yang merupakan anggota WHDI Provinsi Bali yakni  Luh Putu Anggreni yang membawakan materi tentang hak waris perempuan Hindu Bali mengatakan, berdasarkan hasil Pesamuhan Agung ketiga tahun 2010, perempuan Bali mulai diperhitungkan dalam pembagian warisan. Menurutnya, masalah warisan bukan hanya sekedar hadiah dari orang tua kepada anak perempuannya tanpa menghalangi hak waris anak laki-laki, namun saat ini perempuan Bali mendapat warisan namun jumlahnya setengah dari warisan anak laki-laki. 
 
"Berdasarkan hasil Pesamuhan Agung ketiga tahun 2010, pembagian warisan sepertiga diamankan sebagai duwe tengah untuk keperluan saat orang tua sakit dan menyama braya, dan tidak boleh dibagi. Sisany dibagi ke anak laki dan perempuan, anak lakinya 1 (ategen) dan perempuannya setengah (asuwun)," ungkapnya.
 
Workshop juga menghadirkan dua narasumber lain yakni Ida Bagus Rai Suhardika yang merupakan kepala seksi urusan Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan membahas tentang pelaksanaan upacara Sudhi Widani serta Gusti Putu Sinarta mewakili Kepala Majelis Madya Kabupaten Tabanan.
 
 
Ketua panitia Made Sumiati Miarsana melaporkan workshop digelar dalam rangka HUT ke 28 WHDI dan HUT ke 522 Kota Tabanan. Workshop diikuti sekitar 125 peserta yang berasal dari perwakilan SKPD Pemkab Tabanan, Majelis alit dan Kerta desa se-Kabupaten Tabanan, Ketua WHDI se-Kecamatan Tabanan serta pengurus.  
 
Menurutnya tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan srada dan bakti umat sedharma khususnya kaum perempuan Bali dalam mempertahankan budaya umat Hindu agar tidak ada ketimpangan dalam memperoleh hak serta kewajiban antara kaum perempuan dan laki-laki. 
 
"Kami berharap melalui workshop ini nantinya akan memberikan pemahaman serta wawasan baru khususnya bagi kaum perempuan Hindu di Bali," ungkapnya.
 
Sementara Pj. Bupati Tabanan dalam sambutan tertulis dibacakan Nyoman Sumartana mengatakan perempuan Hindu Bali memiliki peran penting dalam segala hal utamanya berkaitan dengan yadnya. Menurutnya, workshop ini merupakan salah satu wahana untuk menambah wawasan perempuan Bali terkait dengan kedudukannya baik dalam keluarga dan masyarakat. "Tema yang diangkat dalam workshop kali ini memiliki makna yang luar biasa, sehingga perempuan Bali bisa paham dengan kedudukannya dalam keluarga dan masyarakat," ujarnya.
 
Pihaknya berharap peserta workshop nantinya bisa menyampaikan apa yang didapat dalam workshop kali ini dan menularkannya kepada masyarakat luas. [bbn/rls]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami