Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 April 2026
Kombinasikan Pengobatan Herbal, Garis Tangan, dan Feng Shui
I Wayan "Pak Herbal" Sudiara
Selasa, 11 Oktober 2016,
12:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pengobatan alternatif dan obat herbal kini semakin banyak digunakan oleh masyarakat luas. Obat herbal diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dampak atau efek samping obat herbal pun lebih kecil dibanding obat-obatan kimia. Meski demikian, masyarakat diminta cerdas dan teliti dalam memilih dan menggunakan obat herbal.
Pakar pengobatan alternatif dan obat herbal, Drs I Wayan Sudiara, M.Ph, mengatakan, di saat semakin banyaknya penggunaan obat herbal, masyarakat perlu cerdas serta hati-hati dalam memilih dan menggunakan obat herbal. Karena jika tidak dikonsumsi dengan benar, obat herbal justru akan menjadi bumerang bagi penggunanya.
"Prosesnya harus benar, mulai pembuatan, pemilihan bahan, hingga penggunaan atau konsumsi obat herbal. Jika tidak benar, malah akan berdampak sebaliknya, seperti mengganggu fungsi ginjal. Tapi jika digunakan dengan benar, obat herbal sangat bagus untuk menjaga kesehatan hingga penyembuhan penyakit," ujar pria yang akrab dipanggil Pak Herbal ini.
Pria kelahiran Kerandan Denpasar 22 Juli 1960 ini menambahkan, selama ini muncul informasi jika berobat dengan obat herbal perlu waktu lama untuk sembuh. Hal ini, kata Wayan, tidak benar.
"Jika prosesnya benar, ekstrak obat herbal langsung diserap tubuh sehingga penderita sakit bisa cepat sehat dan sembuh," ujar Master Pengobatan Alternatif yang di tahun 2000 an silam sempat membuka praktek pengobatan dan dijuluki Dukun Milenium.
Menurut Pak Herbal, dalam kehidupan, manusia dihadapkan kepada hambatan hidup yang disebut sakit. sebagai pencipta manusia, Tuhan sebenarnya sudah menyiapkan obat untuk sakit yang diderita manusia. Obat itu ada di alam.
"Dalam kehidupan masyarakat Bali sendiri obat herbal sudah dikenal sejak dulu kala. Misalnya saja penggunaan daun waru untuk membantu proses kelahiran bayi, penggunaan air kelapa agar kulit bayi bersih, hingga penggunaan minyak kelapa untuk proses kelahiran bayi," ujar penulis Buku Pintar Pengobatan Alternatif ini.
Wayan yang juga ahli Feng Shui ini mengajak masyarakat untuk kembali ke alam dengan menggunakan obat herbal, karena obat herbal mempunyai efek samping yang minim.
Dengan memadukan ilmu palmistry (membaca garis tangan), pengobatan herbal, dan ilmu Feng Shui, Wayan kini siap membantu warga yang sakit dengan memberi konsultasi kesehatan gratis di toko herbalnya di kawasan jalan Gunung Agung 9 Denpasar Bali.
"Dengan melihat garis tangannya saja saya sudah tahu sakit apa yang diderita pasien dan tahu jalan keluar penyembuhannya serta herbal apa yang harus digunakan. Sementara Feng Shui ini juga berperan penting dalam penyembuhan, karena ada pasien saya yang sakit susah sembuh, ternyata tata letak rumahnya ada yang salah. Jadi ini penyembuhan dengan memadukan antara palmistry (garis tangan), ilmu pengobatan herbal, dan ilmu Feng Shui (tata letak rumah),"ujarnya.
Bagi warga yang menderita sakit, Pak Herbal mempersilakan datang ke toko herbalnya untuk konsultasi secara gratis. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3855 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1803 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026