Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Presiden Tak Ingin Terlena Laporan IMF

Selasa, 6 Desember 2016, 17:00 WITA Follow
Beritabali.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) [source: istimewa]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com - Jakarta. Dana Moneter Internasional (IMF) memuji kinerja perekonomian Indonesia yang tetap dalam kondisi baik. Laporan IMF tersebut pun disambut baik oleh Pemerintah. 
 
IMF menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat, inflasi telah menurun signifikan, dan defisit transaksi berjalan tetap terjaga. Semua pencapaian ini mendukung outlook perekonomian yang positif.
 
BACA JUGA: 
Namun baiknya laporan IMF tersebut, tidak membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlena. Bagi presiden, pemerintah harus tetap waspada dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.
 
"Saya kira artikel IMF seminggu lalu secara umum mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia baik dari sisi moneter, fiskal, maupun struktur. Ini saya kira sebuah informasi yang baik, tapi juga kita enggak usah senang dulu dengan hal seperti ini," kata Jokowi dalam acara Saresehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (6/12).
 
Saat ini tantangan ekonomi global masih penuh dengan ketidakpastian. Ke depan, tidak ada yang bisa meramal bagaimana kondisi ekonomi kedepannya baik atau tidak. Apalagi gonjang-ganjing Pemilihan Presiden AS yang memilih Donald Trump yang telah mengubah struktur ekonomi global. Apalagi ada kecenderungan suku bunga AS, The Fed Fund Rate yang disinyalir akan menaikkan suku bunganya dalam wakti dekat.
 
Maka dari itu, menurut Jokowi, pemerintah Indonesia akan terus mewaspadai pergerakan dan situasi ekonomi global kedepannya, sehingga jika ada gejolak dampaknya terhadap ekonomi dalam negeri tidak begitu terasa.
 
BACA JUGA: 
"Memang sebagian besar berasal dari eksternal karena ketidakpastian kebijakan ekonomi di AS, baik juga yang berkaitan dengan ketidakpastian suku bunga Fed, dan melemahnya ekonomi China," jelasnya. [bbn/idc/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami