Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Obama dan Michele Dihina Wakil Tim Sukses Trump

Sabtu, 24 Desember 2016, 07:00 WITA Follow
Beritabali.com

Carl Paladino. [ist]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Beritabali.com, Albany. Carl Paladino, Wakil Tim Sukses Donald Trump mengakui bahwa Ia berharap Presiden Obama mati terkena penyakit 'sapi gila' dan Michelle Obama berubah lagi menjadi lelaki.
 
Associated Press mengabarkan, pengakuan Carl Paladino disampaikan, atas pernyataan yang diucapkan kepada sebuah harian alternatif, Artvoice, Jumat (23/12). 
 
Saat ditanya, apa yang diharapkan di tahun 2017, Paladino, pengusaha properti AS itu menjelaskan, "Obama mati kena sapi gila karena punya hubungan dengan sapi. Dia harus dikubur di sebuah padang rumput,'' katanya. 
 
BACA JUGA: 
Lalu siapa yang tak mau dia lihat lagi tahun 2017? Jawabnya, Michelle Obama.
 
''Saya berharap dia kembali menjadi lelaki dan terdampar di Zimbabwe, tempatnya yang nyaman hidup di gua bersama gorila, Maxie,'' tulisnya.
 
Dalam jawabannya lewat surat elektronik, Carl Paladino, menyatakan pernyataannya itu tidak berhubungan dengan masalah rasial. Tapi hal itu sebagai cerminan dari opininya atas hasil kerja presiden selama ini. 
 
"Selamat Hari Natal dan Sukses deh, buat mereka yang tidak suka dengan jawaban saya," tulisnya.
 
Carl Paladino yang menjadi dewan sekolah di Kota Buffalo, New York itu, juga pernah menyebut Obama bukan beragama Kristen. 
 
"Tak diragukan lagi dia orang Muslim," kata Paladino kepada harian New Yorker Observer. 
 
Pada tahun 2010 Paladino pernah menyebut Obama sebagai 'mucikari', sehingga banyak pihak yang mengkritiknya.
 
BACA JUGA: 
Saat ditanya tanggapannya, juru bicara kubu Trump yang pernah bertemu dengan Carl Paladino, tidak memberi tanggapan atau reaksi. Namun Gubernur New York, Andrew Cuomo menyebut Paladino, musuh politiknya itu "Rasialis, Buruk dan patut dihukum," katanya. 
 
Sejauh ini Gedung Putih belum memberi komentar apapun. Di AS, penghinaan terhadap kepala negara, masih dapat ditoleransi. [bbn/idc/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami