Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Upacara Kurang, Diduga Jadi Penyebab Pura Luluh Lantak
Minggu, 25 Desember 2016,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Pura Teratai Bang yang terletak di Banjar Bukit Catu, Desa Candi Kuning, Bedugul Baturiti Tabanan luluh lantak diterjang banjir bandang dan longsor beberapa hari lalu. Disamping kerusakan berbagai bangunan suci, areal pura juga tertimbun lumpur setinggi lutut orang dewasa. Bencana yang menghancurkan Pura Teratai Bang itu diduga lantaran faktor skala niskala.
Secara skala diduga ada yang salah ngayah, dan secara niskala diduga lantaran ada upacara yang kurang. Untuk memastikan pihak pengempon pura akan menanyakan ke orang pintas dengan nunas bawos setelah pura itu selesai dibersihkan.
BACA JUGA:
Dari pantauan, Sabtu, (24/12) kondisi pura teratai bang memang sangat memprihatinkan. Disana sini terdapat tumpukan material longsor berupa lumpur bebatuan dan batangan kayu. Belum lagi beberapa bangunan suci mengalami kerusakan yang parah. Pemangku Pura Teratai Bang Jero Mangku I Nyoman Sudi, 85 asal Banjar Bukit Catu Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti menuturkan sebelum kejadian pihaknya tidak ada firasat apa-apa. Sehingga sulit diduga penyebab hancurnya pura tersebut.
Untuk itu pihaknya berencana nunas bawos (red: menanyakan kepada orang pintar).
"Penyebab pastinya saya tidak tahu, kemungkinan ada upacara yang kurang, nanti setelah selesai dibersihkan kita akan nunas bawos,” ucapnya.
Hal serupa diungkapkan warga setempat I Made Dane, 30 Banjar Bukit Catu Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Melihat kerusakan yang begitu parah pihaknya menduga adanya upacara yang kurang.
"Kira-kira menurut saya ini longsor pertama dari atas, keberatan gunungnya tidak kuat menampung air, makanya menyebabkan seperti ini, dan kemungkinan upacara selama ini ada yang kurang," ucap Dane.
BACA JUGA:
Dipihak lain Kelian Adat Banjar Bukit Catu Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti I Wayan Gunatra, 40 menerangkan untuk mengetahui penyebabnya sesuai dengan keyakinan Hindu akan dilakukan nunas bawos.
"Apakah mungkin manusianya ada yang salah ngayah secara Sekala, atau ada upacara yang kurang secara Niskala, nanti pada saat nunas bawos akan diketahui penyebabnya," beber Gunatra. [bbn/sd/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2947 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026