Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Siswa SMK Kembangkan Alat Pengaman Kendaraan
Jumat, 13 Januari 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Siswa SMK Negeri 1 Ngawen di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengembangkan 'Safety Riding Kit S2-HK' berbasis Mikrokontroler Arduino Nano yang berfungsi mengamankan sepeda motor dan pengendaranya.
Alat ini merupakan kunci otomatis karena apabila pengendara tidak membawa SIM, STNK, dan helm, kendaraan tidak akan bisa digunakan, kata Heru Raharjo, salah seorang guru pendamping SMK Negeri 1 Ngawen."Alat ini kami beri nama Safety Riding Kit S2-HK berbasis Mikrokontroler Arduino Nano, di mana perangkat keamanan berkendara yang berbasis kontrol SIM, STNK, dan helm keselamatan," katanya.
Ia mengatakan, fungsi alat ini jika ingin menggunakan kendaraan harus menempelkan SIM dan STNK di badan motor, serta menggunakan helm yang tali pengamannya harus terpasang dengan sempurna.Alat ini terdiri dari tiga bagian yakni pembaca sensor SIM dan STNK, sensor helm dan prosesor untuk mengolah data ketiga komponen tersebut."Saat ini terus kami kembangkan agar mudah dan murah diaplikasikan kepada masyarakat," kata Heru.Ia menyebut pembuatan alat ini dilatarbelakangi banyaknya kecelakaan yang melibatkan pelajar sehingga diharapkan bisa mengurangi risiko.
"Kami berusaha untuk membantu menekan angka kecelakaan," ujarnya.Menurut Heru, penemuan ini telah berhasil menjadi juara klinik sains SMK DIY 2016, Juara KIR lomba karya ilmiah remaja IST AKrpint, dan Juara festival baron technopark 2016."Sedang kami proses untuk mendapatkan hak cipta," katanya.Ia juga mengatakan bahwa biaya pembuatan alat ini di bawah Rp 1 juta."Biaya sekitar Rp 800 ribuan, tetapi jika sudah diproduksi masal kemungkinan akan lebih murah," sebutnya.
Sementara salah seorang siswa yang ikut mengembangkan alat ini, Taufik Kalfin Ashari (16) menyampaikan, dalam sepuluh tahun terakhir siswa SMK Negeri 1 Ngawen banyak yang mengalami kecelakaan, dan beberapa di antaranya meninggal dunia."Salah satu penyebabnya, banyak pengendara yang belum memiliki SIM, dan tidak menggunakan helm saat berkendara," katanya.
Ia berharap dengan penggunaan alat ini akan bisa mengurangi angka kecelakaan.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026