Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Siswa SMK Kembangkan Alat Pengaman Kendaraan
Jumat, 13 Januari 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Siswa SMK Negeri 1 Ngawen di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil mengembangkan 'Safety Riding Kit S2-HK' berbasis Mikrokontroler Arduino Nano yang berfungsi mengamankan sepeda motor dan pengendaranya.
Alat ini merupakan kunci otomatis karena apabila pengendara tidak membawa SIM, STNK, dan helm, kendaraan tidak akan bisa digunakan, kata Heru Raharjo, salah seorang guru pendamping SMK Negeri 1 Ngawen."Alat ini kami beri nama Safety Riding Kit S2-HK berbasis Mikrokontroler Arduino Nano, di mana perangkat keamanan berkendara yang berbasis kontrol SIM, STNK, dan helm keselamatan," katanya.
Ia mengatakan, fungsi alat ini jika ingin menggunakan kendaraan harus menempelkan SIM dan STNK di badan motor, serta menggunakan helm yang tali pengamannya harus terpasang dengan sempurna.Alat ini terdiri dari tiga bagian yakni pembaca sensor SIM dan STNK, sensor helm dan prosesor untuk mengolah data ketiga komponen tersebut."Saat ini terus kami kembangkan agar mudah dan murah diaplikasikan kepada masyarakat," kata Heru.Ia menyebut pembuatan alat ini dilatarbelakangi banyaknya kecelakaan yang melibatkan pelajar sehingga diharapkan bisa mengurangi risiko.
"Kami berusaha untuk membantu menekan angka kecelakaan," ujarnya.Menurut Heru, penemuan ini telah berhasil menjadi juara klinik sains SMK DIY 2016, Juara KIR lomba karya ilmiah remaja IST AKrpint, dan Juara festival baron technopark 2016."Sedang kami proses untuk mendapatkan hak cipta," katanya.Ia juga mengatakan bahwa biaya pembuatan alat ini di bawah Rp 1 juta."Biaya sekitar Rp 800 ribuan, tetapi jika sudah diproduksi masal kemungkinan akan lebih murah," sebutnya.
Sementara salah seorang siswa yang ikut mengembangkan alat ini, Taufik Kalfin Ashari (16) menyampaikan, dalam sepuluh tahun terakhir siswa SMK Negeri 1 Ngawen banyak yang mengalami kecelakaan, dan beberapa di antaranya meninggal dunia."Salah satu penyebabnya, banyak pengendara yang belum memiliki SIM, dan tidak menggunakan helm saat berkendara," katanya.
Ia berharap dengan penggunaan alat ini akan bisa mengurangi angka kecelakaan.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2624 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026