Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 14 September 2026
Tuntaskan Koordinasi Saber Pungli, Buleleng Jadi Daerah Kunjungan Terakhir
Rabu, 1 Maret 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Buleleng. Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Provinsi Bali kembali melakukan koordinasi sekaligus sosialisasi ke Kabupaten/Kota di Bali. Selasa (28/2) siang, Tim Saber Pungli Provinsi Bali yang dipimpin langsung Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Provinsi Bali Kombes Pol Drs. Suradiyana kali ini menyambangi Kabupaten Buleleng guna melakukan koordinasi dan sosialisasi gerakan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).
Menurut Suradiyana, tujuan pelaksanaan koordinasi tersebut untuk memastikan keberadaan tim Saber Pungli yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota di Bali telah terbentuk dan telah melaksanakan kegiatan.
[pilihan-redaksi]
“Tujuan kita adalah melaksanakan koordinasi terkait pembentukan tim saber pungli. Memastikan keberadaan tim di tingkat kabupaten, sudah terbentuk apa belum. Selain itu juga memastikan kegiatan yang sudah berjalan. Jika sudah ada laporan, maka tindak lanjuti segera untuk itu saya ingin pokja harus bekerja keras,” ujar Suradiana yang dalam kesempatan tersebut juga didampingi Wakil Ketua 1 Pelaksana UPP Saber Pungli Provinsi Bali I Ketut Teneng.
Menurut Suradiyana, Buleleng merupakan daerah terakhir yang disambangi UPP Provinsi Bali dalam melaksanakan koordinasi terkait Saber Pungli.
“Buleleng merupakan daerah terakhir yang kita kunjungi untuk memastikan tim sudah terbentuk dan telah berjalan baik. Kemarin kita telah melakukan koordinasi ke Tabanan dan juga Jembrana. Ini sebagai bentuk pencegahan agar jangan sampai tindakan pungutan liar teruster jadi dan membuat masyarakat resah,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua 1 Pelaksana UPP Saber Pungli Provinsi Bali I Ketut Teneng meminta kepada UPP di Kabupaten/Kota untuk segera membentuk Pos pengaduan masyarakat apabila belum ada. Hal ini untuk memberikan ruang kemudahan kepada masyarakat agar bisa melaporkan jika terjadi Pungutan Liar.
"Setelah posko terbentuk, harus ada pejaga. Jangan sampai setelah dibentuk posko, tapi tidak ada petugasnya. Jangan sampai masyarakat bingung, mau melaporkan tapi tidak ada petugas yang berjaga. Buat hotline untuk memudahkan masyarakat dalam membuat pengaduan," ucap Teneng.
Lebih lanjut Teneng mengatakan, keberadaan UPP harus bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat, agar terwujud ketenangan bagi masyarakat. Menurut Teneng jangan sampai keberadaan UPP justru membuat masyarakat tidak tenang dalam melaksanakan kegiatan.
"Oleh karena itu, bagi yang bertugas tolong di atur sedemikian rupa agar pokja (kelompok kerja) bergerak dengan baik. Untuk itu, upayakan pencegahan, jangan hanya OTT. Usahakan upaya maksimal untuk pencegahan," ujarnya. [rls/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3392 Kali
02
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1775 Kali
03
04
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 990 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026