Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Tuntaskan Koordinasi Saber Pungli, Buleleng Jadi Daerah Kunjungan Terakhir
Rabu, 1 Maret 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Buleleng. Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Provinsi Bali kembali melakukan koordinasi sekaligus sosialisasi ke Kabupaten/Kota di Bali. Selasa (28/2) siang, Tim Saber Pungli Provinsi Bali yang dipimpin langsung Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Provinsi Bali Kombes Pol Drs. Suradiyana kali ini menyambangi Kabupaten Buleleng guna melakukan koordinasi dan sosialisasi gerakan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).
Menurut Suradiyana, tujuan pelaksanaan koordinasi tersebut untuk memastikan keberadaan tim Saber Pungli yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota di Bali telah terbentuk dan telah melaksanakan kegiatan.
[pilihan-redaksi]
“Tujuan kita adalah melaksanakan koordinasi terkait pembentukan tim saber pungli. Memastikan keberadaan tim di tingkat kabupaten, sudah terbentuk apa belum. Selain itu juga memastikan kegiatan yang sudah berjalan. Jika sudah ada laporan, maka tindak lanjuti segera untuk itu saya ingin pokja harus bekerja keras,” ujar Suradiana yang dalam kesempatan tersebut juga didampingi Wakil Ketua 1 Pelaksana UPP Saber Pungli Provinsi Bali I Ketut Teneng.
Menurut Suradiyana, Buleleng merupakan daerah terakhir yang disambangi UPP Provinsi Bali dalam melaksanakan koordinasi terkait Saber Pungli.
“Buleleng merupakan daerah terakhir yang kita kunjungi untuk memastikan tim sudah terbentuk dan telah berjalan baik. Kemarin kita telah melakukan koordinasi ke Tabanan dan juga Jembrana. Ini sebagai bentuk pencegahan agar jangan sampai tindakan pungutan liar teruster jadi dan membuat masyarakat resah,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua 1 Pelaksana UPP Saber Pungli Provinsi Bali I Ketut Teneng meminta kepada UPP di Kabupaten/Kota untuk segera membentuk Pos pengaduan masyarakat apabila belum ada. Hal ini untuk memberikan ruang kemudahan kepada masyarakat agar bisa melaporkan jika terjadi Pungutan Liar.
"Setelah posko terbentuk, harus ada pejaga. Jangan sampai setelah dibentuk posko, tapi tidak ada petugasnya. Jangan sampai masyarakat bingung, mau melaporkan tapi tidak ada petugas yang berjaga. Buat hotline untuk memudahkan masyarakat dalam membuat pengaduan," ucap Teneng.
Lebih lanjut Teneng mengatakan, keberadaan UPP harus bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat, agar terwujud ketenangan bagi masyarakat. Menurut Teneng jangan sampai keberadaan UPP justru membuat masyarakat tidak tenang dalam melaksanakan kegiatan.
"Oleh karena itu, bagi yang bertugas tolong di atur sedemikian rupa agar pokja (kelompok kerja) bergerak dengan baik. Untuk itu, upayakan pencegahan, jangan hanya OTT. Usahakan upaya maksimal untuk pencegahan," ujarnya. [rls/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2329 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026