Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
"Kerja ke Karaoke Demi Penghasilan Layak" [PART I]
Laporan Tim Investigasi Berita Bali
Kamis, 1 Juni 2017,
09:31 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Penelusuran prostitusi terselubung yang melibatkan (oknum) gadis Bali ini antara lain dilakukan Tim Investigasi Beritabali.com di sebuah karaoke di kawasan Kuta Bali. Saat itu jam menunjukkan pukul 5 sore waktu setempat. Sebelum memasuki room atau ruangan karaoke, tim memilih wanita pemandu lagu yang akan menemani di room.
[pilihan-redaksi]
Di dalam 'akuarium' (tempat para wanita pemandu menunggu tamu) berderet beberapa wanita muda berparas ayu. Ada yang berbadan kutilang atau kurus tinggi langsing, ada yang tidak tinggi namun sintal, ada yang tinggi dan montok, ada yang berdada montok dan pinggul besar, dan aneka jenis bentuk tubuh lainnya. Rata-rata masih berusia muda di bawah 30 tahun dan berpakaian seksi menonjolkan bentuk tubuh yang mereka anggap menarik.
Tim akhirnya memilih tiga wanita pemandu lagu dan kemudian langsung masuk room atau ruang karaoke. Di dalam room, tim memesan makanan dan minuman yang tersedia di menu. Seperti layaknya aktivitas dalam room karaoke, Tim dan para gadis pemandu lagu kemudian bernyanyi sambil menikmati makanan dan minuman.
Dua gadis pemandu lagu mengaku berasal dari daerah Jawa Timur bagian timur. Sementara seorang lagi mengaku berasal dari wilayah Buleleng bagian timur. Sebut Saja namanya Luh Sintal.
Kepada Tim, Luh Sintal mengaku baru enam bulan bekerja di karaoke tersebut. Ia mengaku lulusan sekolah SMK Pariwisata Swasta di wilayah Bali Utara.
Luh Sintal mengaku bisa bekerja di karaoke karena diajak salah seorang temannya. Ia mengaku bekerja di karaoke karena mencari pekerjaan dengan upah yang layak kini cukup susah. Sementara dengan bekerja di karaoke, Luh Sintal bisa mendapat penghasilan ekstra diluar penghasilan resmi dari karaoke.
Kepada tim, Luh Sintal bahkan menawarkan paket 'plus' yakni paket berhubungan intim. Ia menyebut nominal Rp 1,5 juta untuk sekali 'jos'. Jumlah itu selanjutnya akan dibagi antara ia dan maminya.
"Jika ok, bisa langsung 'eksekusi' di kamar sini (di area karaoke pak),"ujarnya tanpa malu-malu.
Luh Sintal mengaku sudah terbiasa dengan profesi sebagai pemandu lagu atau yang lebih dikenal dengan sebutan CO. Menurutnya, dengan bekerja di karaoke dan menyediakan layanan 'plus-plus' bagi tamunya, ia bisa hidup cukup di Kota Denpasar dan mengirim uang ke kampungnya di Bali Utara.
"Di rumah, orang tua dan saudara taunya saya kerja di villa di Kuta, tidak ada yang tau saya kerja di karaoke ini,"ujar Luh Sintal yang memang memiliki tubuh sintal dengan ukuran payudara ekstra ini.
Luh Sintal mengaku akan tetap bekerja di karaoke di wilayah Kuta ini sampai jumlah tabungannya cukup. Jika tabungan sudah cukup, Luh Sintal berencana akan membuka usaha sendiri seperti usaha dagang dan laundry (cuci pakaian).
[pilihan-redaksi2]
"Capek juga kerja beginian pak, kadang harus bergadang semalaman menemani tamu, tiap hari pasti kena minuman keras dan juga rokok, tidak baguslah untuk kesehatan, tapi mau gemana lagi,"ujarnya sambil menghisap rokok putihnya.
Luh Sintal mengakui, jumlah gadis pemandu lagu asal Bali yang bekerja di karaoke kini semakin banyak.
"Dulu lebih banyak dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta. Tapi kini yang dari Bali sudah semakin banyak,"ujarnya. (bersambung di tautan berikut).[bbn/tim]
Sebelumnya, baca prolog di tautan berikut : Fenomena Makin Banyaknya Gadis Bali yang kerja di Karaoke dan Spa
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 441 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026