Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Apresiasi PUPR Denpasar, Ngurah Aryawan Dorong Pemetaan Titik Rawan Banjir di Tegallinggah

Senin, 2 November 2026, 17:02 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Apresiasi PUPR Denpasar, Ngurah Aryawan Dorong Pemetaan Titik Rawan Banjir di Tegallinggah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra, I Ketut Ngurah Aryawan, mengapresiasi respons cepat Dinas PUPR Kota Denpasar dan Perumda Air Tirta Sewakadarma dalam mengantisipasi potensi banjir di Banjar Tegallinggah, Desa Padangsambian Kaja.

Aryawan menilai sinergi lintas instansi tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Namun, ia mendorong agar langkah antisipasi banjir di wilayah tersebut dilanjutkan dengan strategi penanganan yang lebih terukur, mulai dari pemetaan titik rawan hingga pembenahan infrastruktur drainase.

“Sinergi lintas instansi ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Aryawan, Senin (01/11/2026).

Menurutnya, penanganan banjir perlu diawali dengan pemetaan lokasi yang berpotensi mengalami genangan, saluran tersumbat, kapasitas drainase yang tidak memadai, serta titik luapan air.

Selain itu, evaluasi sistem drainase perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mengkaji kapasitas saluran, arah aliran air, elevasi, hingga saluran pembuangan dari hulu ke hilir.

Aryawan juga menekankan pentingnya normalisasi saluran melalui pembersihan sedimentasi, sampah, dan berbagai hambatan aliran air secara berkala.

“Harapan kami, perlu dibuat peta titik rawan banjir Banjar Tegallinggah sebagai dasar perencanaan dan penentuan prioritas anggaran penanganan,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil pemetaan dan evaluasi teknis harus menjadi dasar dalam menentukan titik prioritas yang membutuhkan perbaikan drainase, pelebaran saluran, maupun pembangunan infrastruktur pendukung.

Di sisi lain, pemantauan berkelanjutan juga diperlukan melalui koordinasi antara pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat, terutama saat curah hujan tinggi.

“Penanganan banjir tidak boleh hanya bersifat reaktif ketika genangan terjadi, tetapi harus mengutamakan pencegahan melalui perencanaan teknis, pemetaan masalah, dan tindakan nyata,” pungkas Aryawan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Gerindra Denpasar



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami