Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Penelusuran Aparat Desa, Spanduk FPI Habieb Rizieq Dipasang Belasan Pemuda
Sabtu, 1 Juli 2017,
08:16 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Aparat Desa di Tegallingah akhirnya mengungkap keterlibatan belasan pemuda setempat yang memasang spanduk Front Pembela Islam (FPI) dengan gambar Habieb Rizieq di depan Masjid Nurul Huda di Dusun Munduk Kunci Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada.
Hal itu terungkap, Jumat (30/6) dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor Kepala Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada.
[pilihan-redaksi]
Sebanyak sebelas pemuda melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut di depan sejumlah aparat Desa Tegallingah serta tokoh masyarakat dan juga dihadiri Kapolsek Sukasada, Kompol Ketut Darmita, Camat Sukasada, Made Dwi Adnyana, dan perwakilan aliansi Masyarakat Peduli Buleleng, Gusti Nyoman Widnyana.
Dalam pertemuan itu, Imam Akbar mengakui spanduk tersebut merupakan miliknya, yang dibawa dari daerah Jawa, usai mengikuti pendidikan di Pesantren sekitar tiga tahun lalu. Sebelum terpasang pada pagar Masjid, itu sempat dipasang pada mobil yang dibawa berkeliling desa saat malam takbiran.
"Spanduk itu awalnya hanya untuk dipajang di rumah. Saat takbiran, kami secara spontan memasang spanduk itu di mobil dibawa berkeliling, kami sangat mencintai keturunan nabi. Kami hanya nge-fans. Kami hormat. Tidak ada keinginan mendirikan FPI, Kami sungguh-sungguh minta maaf atas kejadian ini," ujar Imam Akbar.
Abdul Malik Aziz menambahkan, pemasangan yang dilakukan itu sebagai bentuk kekaguman terhadap sosok Rizieq Syihab yang dipercaya sebagai keturunan nabi dan tidak ada gerakan ormas terkenal itu.
"Kami tidak mengetahui bahwa pemasangan spanduk itu ada aturan. Kami memang orang awam, kami memang belajar, tetapi pengalaman belum ada. Maka kami mewakili dari seluruhnya meminta maaf, terutama Camat, Muspida, Kapolsek, Kepala Desa dan ormas nyama Bali," ungkap Aziz.
Usai pertemuan itu, Kepala Desa Tegallingah Ketut Mudarna mengatakan meski pemasangan spanduk itu sudah mendapatkan kejelasan, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap masyarakatnya sehingga suasana kondusif tetap bisa terjaga.
“Astungkara masalahnya sudah clear, saya juga senang belasan pemuda tersebut sepakat untuk tidak mengulangi perbuatan dengan membuat surat pernyataan. Kami tetap menolak radikalisme. Kami akan tetap pantau setiap waktu, sehingga desa kami tetap aman” tegas Mudarna.
Dalam pertemuan itu juga, sebelas pemuda dari Dusun Munduk Kunci Desa Tegallingah meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan tersebut, termasuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
Sementara, usai pertemuan itu, Kepala Desa Tegallingah Ketut Mudarna juga melakukan pertemuan lanjutan dikediamannya dengan Kapolres Buleleng, AKBP Made Suka Wijaya dan Ketua Komisi II DPRD Buleleng Mangku Budiasa. Pertemuan menyikapi persoalan yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya dalam pertemuan itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi radikalisme.
“Ini harus disikapi dengan jernih. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama yang sudah bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan di internal, sehingga tidak melebar dan menimbulkan polemik di masyarakat,” ungkap Sukawijaya.
Sementara, terkait dengan spanduk yang menjadikan kehebohan dan sekaligus keresahan masyarakat itu telah diturunkan dan selanjutnya dibakar oleh sebelas pemuda tersebut agar nantinya tidak berkembang menjadi permasalahan yang baru. [mds/wrt]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2040 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026