Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Penelusuran Aparat Desa, Spanduk FPI Habieb Rizieq Dipasang Belasan Pemuda
Sabtu, 1 Juli 2017,
08:16 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Aparat Desa di Tegallingah akhirnya mengungkap keterlibatan belasan pemuda setempat yang memasang spanduk Front Pembela Islam (FPI) dengan gambar Habieb Rizieq di depan Masjid Nurul Huda di Dusun Munduk Kunci Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada.
Hal itu terungkap, Jumat (30/6) dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor Kepala Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada.
[pilihan-redaksi]
Sebanyak sebelas pemuda melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut di depan sejumlah aparat Desa Tegallingah serta tokoh masyarakat dan juga dihadiri Kapolsek Sukasada, Kompol Ketut Darmita, Camat Sukasada, Made Dwi Adnyana, dan perwakilan aliansi Masyarakat Peduli Buleleng, Gusti Nyoman Widnyana.
Dalam pertemuan itu, Imam Akbar mengakui spanduk tersebut merupakan miliknya, yang dibawa dari daerah Jawa, usai mengikuti pendidikan di Pesantren sekitar tiga tahun lalu. Sebelum terpasang pada pagar Masjid, itu sempat dipasang pada mobil yang dibawa berkeliling desa saat malam takbiran.
"Spanduk itu awalnya hanya untuk dipajang di rumah. Saat takbiran, kami secara spontan memasang spanduk itu di mobil dibawa berkeliling, kami sangat mencintai keturunan nabi. Kami hanya nge-fans. Kami hormat. Tidak ada keinginan mendirikan FPI, Kami sungguh-sungguh minta maaf atas kejadian ini," ujar Imam Akbar.
Abdul Malik Aziz menambahkan, pemasangan yang dilakukan itu sebagai bentuk kekaguman terhadap sosok Rizieq Syihab yang dipercaya sebagai keturunan nabi dan tidak ada gerakan ormas terkenal itu.
"Kami tidak mengetahui bahwa pemasangan spanduk itu ada aturan. Kami memang orang awam, kami memang belajar, tetapi pengalaman belum ada. Maka kami mewakili dari seluruhnya meminta maaf, terutama Camat, Muspida, Kapolsek, Kepala Desa dan ormas nyama Bali," ungkap Aziz.
Usai pertemuan itu, Kepala Desa Tegallingah Ketut Mudarna mengatakan meski pemasangan spanduk itu sudah mendapatkan kejelasan, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap masyarakatnya sehingga suasana kondusif tetap bisa terjaga.
“Astungkara masalahnya sudah clear, saya juga senang belasan pemuda tersebut sepakat untuk tidak mengulangi perbuatan dengan membuat surat pernyataan. Kami tetap menolak radikalisme. Kami akan tetap pantau setiap waktu, sehingga desa kami tetap aman” tegas Mudarna.
Dalam pertemuan itu juga, sebelas pemuda dari Dusun Munduk Kunci Desa Tegallingah meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan tersebut, termasuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
Sementara, usai pertemuan itu, Kepala Desa Tegallingah Ketut Mudarna juga melakukan pertemuan lanjutan dikediamannya dengan Kapolres Buleleng, AKBP Made Suka Wijaya dan Ketua Komisi II DPRD Buleleng Mangku Budiasa. Pertemuan menyikapi persoalan yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya dalam pertemuan itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi radikalisme.
“Ini harus disikapi dengan jernih. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama yang sudah bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan di internal, sehingga tidak melebar dan menimbulkan polemik di masyarakat,” ungkap Sukawijaya.
Sementara, terkait dengan spanduk yang menjadikan kehebohan dan sekaligus keresahan masyarakat itu telah diturunkan dan selanjutnya dibakar oleh sebelas pemuda tersebut agar nantinya tidak berkembang menjadi permasalahan yang baru. [mds/wrt]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026