Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 12 Mei 2026
Penelusuran Aparat Desa, Spanduk FPI Habieb Rizieq Dipasang Belasan Pemuda
Sabtu, 1 Juli 2017,
08:16 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Aparat Desa di Tegallingah akhirnya mengungkap keterlibatan belasan pemuda setempat yang memasang spanduk Front Pembela Islam (FPI) dengan gambar Habieb Rizieq di depan Masjid Nurul Huda di Dusun Munduk Kunci Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada.
Hal itu terungkap, Jumat (30/6) dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor Kepala Desa Tegallingah Kecamatan Sukasada.
[pilihan-redaksi]
Sebanyak sebelas pemuda melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut di depan sejumlah aparat Desa Tegallingah serta tokoh masyarakat dan juga dihadiri Kapolsek Sukasada, Kompol Ketut Darmita, Camat Sukasada, Made Dwi Adnyana, dan perwakilan aliansi Masyarakat Peduli Buleleng, Gusti Nyoman Widnyana.
Dalam pertemuan itu, Imam Akbar mengakui spanduk tersebut merupakan miliknya, yang dibawa dari daerah Jawa, usai mengikuti pendidikan di Pesantren sekitar tiga tahun lalu. Sebelum terpasang pada pagar Masjid, itu sempat dipasang pada mobil yang dibawa berkeliling desa saat malam takbiran.
"Spanduk itu awalnya hanya untuk dipajang di rumah. Saat takbiran, kami secara spontan memasang spanduk itu di mobil dibawa berkeliling, kami sangat mencintai keturunan nabi. Kami hanya nge-fans. Kami hormat. Tidak ada keinginan mendirikan FPI, Kami sungguh-sungguh minta maaf atas kejadian ini," ujar Imam Akbar.
Abdul Malik Aziz menambahkan, pemasangan yang dilakukan itu sebagai bentuk kekaguman terhadap sosok Rizieq Syihab yang dipercaya sebagai keturunan nabi dan tidak ada gerakan ormas terkenal itu.
"Kami tidak mengetahui bahwa pemasangan spanduk itu ada aturan. Kami memang orang awam, kami memang belajar, tetapi pengalaman belum ada. Maka kami mewakili dari seluruhnya meminta maaf, terutama Camat, Muspida, Kapolsek, Kepala Desa dan ormas nyama Bali," ungkap Aziz.
Usai pertemuan itu, Kepala Desa Tegallingah Ketut Mudarna mengatakan meski pemasangan spanduk itu sudah mendapatkan kejelasan, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap masyarakatnya sehingga suasana kondusif tetap bisa terjaga.
“Astungkara masalahnya sudah clear, saya juga senang belasan pemuda tersebut sepakat untuk tidak mengulangi perbuatan dengan membuat surat pernyataan. Kami tetap menolak radikalisme. Kami akan tetap pantau setiap waktu, sehingga desa kami tetap aman” tegas Mudarna.
Dalam pertemuan itu juga, sebelas pemuda dari Dusun Munduk Kunci Desa Tegallingah meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan tersebut, termasuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
Sementara, usai pertemuan itu, Kepala Desa Tegallingah Ketut Mudarna juga melakukan pertemuan lanjutan dikediamannya dengan Kapolres Buleleng, AKBP Made Suka Wijaya dan Ketua Komisi II DPRD Buleleng Mangku Budiasa. Pertemuan menyikapi persoalan yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya dalam pertemuan itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi radikalisme.
“Ini harus disikapi dengan jernih. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama yang sudah bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan di internal, sehingga tidak melebar dan menimbulkan polemik di masyarakat,” ungkap Sukawijaya.
Sementara, terkait dengan spanduk yang menjadikan kehebohan dan sekaligus keresahan masyarakat itu telah diturunkan dan selanjutnya dibakar oleh sebelas pemuda tersebut agar nantinya tidak berkembang menjadi permasalahan yang baru. [mds/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1135 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 893 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 717 Kali
04
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026