Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jika Gunung Agung Meletus, Debu Vulkanik Mengarah ke Utara dan Barat

Jumat, 22 September 2017, 19:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Tuban. Jika Gunung Agung semakin meningkat aktifitasnya dan akhirnya meletus,maka debu vulkanik (vulkanik ash) dan dampak letusan akan condong mengarah ke utara (wilayah Desa Kubu) atau barat (wilayah Desa Selat). Hal tersebut dipengaruhi kondisi angin berdasarkan musim yang terjadi saat kejadian nanti. 
 
Hal tersebut disampaikan, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar,  M. Taufik Gunawan, di Tuban, Badung.
 
"Dari arah angin saat ini, dominan bertiupnya arah dari tenggara ke timur, jadi arah dampaknya bisa ke barat dan utara. Tapi kecenderungan lebih dominan ke utara, sebab anginnya dari tenggara," jelasnya.
 
Terkait perkembangan aktifitas Gunung Agung saat ini, pihaknya hanya memberikan informasi terkait arah gerakan debu vulkanik dan trejectori pergerakan debu vulkanik. Hal tersebut sangat penting dilakukan terkait keselamatan aktifitas penerbangan di bandara. Pihaknya mengaku sejauh ini juga telah berkoordinasi dengan BPBD Bali terkait aktifitas Gunung Agung.
 
"Kedepan kita juga akan memasang radar vulkanik ash di setiap bandara yang dekat dengan gunung berapi, kita sudah memasang itu di bandara Lombok. Dengan pemasangan itu maka kita bisa memperediksi vulkanik ash dan awan-awan di sekitar bandara secara lebih detail. Selama ini kita kan lebih banyak menunggu data dari pusat, dengan lidar atau radar ini peran daerah akan lebih maksimal nantinya," ujarnya.
 
Dia mengatakan, arah dampak letusan Gunung Agung tergantung dari kondisi tiupan angin saat itu. Dimana jika terjadi letusan pada bulan September, maka kecenderungan angin berhembus dari arah tenggara atau selatan. Sehingga arah vulkanik ash akan condong mengarah ke wilayah Kubu, Kubu tambahan dan sekitarnya. Namun jika letusan terjadi pada bulan Nopember atau Desember, maka vulkanik ash akan mengarah ke Selat dan sekitarnya. Sampai saat ini pihaknya mengaku masih mengamati perkembangan aktifitas Gunung Agung.
 
"Bulan Nopember sampai Desember ini sudah berubah musimnya masuk ke penghujan, maka arah tiupan angin juga akan berubah menjadi ke timur. Tapi itu tergantung  aktifitas gunung apinya dan kita nanti akan sampaikan perkembangan selanjutnya," ucapnya.
 
Gunawan sangat berharap, agar kondisi Gunung Agung saat jangan sampai meningkat lagi aktifitasnya, sebab akan berdampak luas bukan cuma bagi Bali saja. Namun jika hal tersebut benar-benar terjadi sebelum perubahan musim pada bulan Nopember nanti, dampak abu vulkanik terhadap aktifitas di Bandara Ngurah Rai juga masih kecil pengaruhnya. Sebab kecenderungan arah abu vulkanik dan lainnya lebih condong ke Kubu dan Singaraja, itu dipengaruhi oleh kondisi angin saat itu. [bpc/aga]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami