Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Facebook Rombak Aturan Iklan Politik
Setelah Ancaman Parlemen AS
Minggu, 24 September 2017,
08:06 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, San Fransisco. Facebook Inc melakukan perombakan mengenai bagaimana menangani iklan politik berbayar, dengan memberikan konsesi kepada anggota parlemen AS yang mengancam mengatur jejaring media sosial tersebut atas iklan rahasia yang berjalan selama kampanye pemilihan presiden.
Perusahaan tersebut juga mengatakan akan menyerahkan kepada penyidik Kongres 3.000 iklan politik yang dikatakan kemungkinan dibeli oleh entitas Rusia selama dan setelah pemilihan presiden AS pada 2016.
[pilihan-redaksi]
CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaan yang ia pimpin, untuk pertama kali, sekarang memungkinkan siapa pun melihat iklan politik yang ditampilkan di Facebook tanpa peduli siapa yang mereka targetkan.
Facebook juga akan menuntut pengiklan politik untuk mengungkapkan siapa yang membayar iklan tersebut, persyaratan yang menurut undang-undang AS berlaku untuk iklan politik di televisi, namun tidak di media sosial.
"Kami akan bekerja sama dengan pihak lainnya untuk menciptakan standar baru untuk transparansi dalam iklan politik dalam jaringan," ujar Zuckerberg.
Melalui siaran langsung di Facebook dari kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, Zuckerberg mengatakan bahwa perubahan tersebut akan membantu mengatasi kekhawatiran pemerintah termasuk Rusia menggunakan iklan Facebook untuk ikut campur dalam pemilihan negara lain.
Awal bulan ini, Facebook mengatakan tinjauan internal telah menunjukkan bahwa operasi yang berbasis di Rusia menghabiskan 100 ribu dolar AS untuk 3.000 iklan Facebook yang mempromosikan pesan yang memecah belah di bulan-bulan sebelum dan sesudah pemilihan presiden AS tahun lalu.
Facebook awalnya menolak untuk menyerahkan rincian iklan ke Kongres.
Penyelidik kongres AS dan penasihat khusus Robert Mueller memeriksa dugaan campur tangan pemilihan Rusia, yang dibantah oleh Moskow.
Selain Facebook, penyidik juga tertarik untuk menyelidiki dengan perusahaan lain. Perwakilan Twitter dijadwalkan bertemu pekan depan dengan staf dari Komite Intelijen Senat sehubungan dengan penyelidikan ke dalam pemilihan presiden 2016.[bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026