Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Setelah Ringkus 6 Tersangka, 3 Pelajar Pelaku Begal Lainnya Ditangkap

Senin, 2 Oktober 2017, 21:38 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Kejahatan jalanan terus diantisipasi jajaran Polsek Denpasar Selatan. Setelah meringkus 6 pelajar dalam kasus begal di wilayah Densel, petugas kepolisian berhasil mengembangkan penyelidikan dan meringkus 3 pelajar lain, yakni IKA alias Imung (17), SDC alias Dwik (15) dan IGAP alias Open (15).

[pilihan-redaksi]

“Ketiganya ditangkap di rumahnya masing-masing, pada Kamis (28/9) sekitar pukul 14.00 Wita,” jelas Kapolsek Densel Kompol Putu Indrajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Bangkit Dananjaya, Senin (2/10). 

Menurut Kapolsek, tiga tersangka yang ditangkap itu (Dwik, IGAP dan Open, red), merupakan hasil pengembangan dari penangkapan 6 tersangka pelajar sebelumnya. Yakni MAD (15), KAP (15), RZL (15), IKR (15), IKA (15) dan IWRM (15).

“Jadi, ada total 9 pelajar yang terlibat kasus begal kami tangkap. Semuanya kami tahan,” tegas Kapolsek.

Kesembilan tersangka ini terbilang sadis setiap beraksi. Kawanan begal diotaki tersangka MAD ini tidak segan-segan menghadang korban yang mengendarai sepeda motor. Selanjutnya memaksa meminta harta benda. Apabila melawan, korban dikeroyok dan ditusuk.

“Komplotan sadis ini selalu bawa pisau lipat stainless yang ditaruh pada dashboard motor. Ada juga sebuah rantai kalung dan potongan besi berkuran 30 cm yang diamankan sebagai barang bukti,” beber Bangkit.

Salah seorang pengendara bernama Nurhadi Imam Khoiri (21) sempat dihadang dan dikeroyok. Bahkan, paha kirinya ditusuk menggunakan pisau lipat oleh pelaku MAD. Kejadiannya pada 24 Agustus 2017 sekitar pukul 01.30 di Jalan Tukad Barito Panjer, Denpasar Selatan.

Tak hanya itu, dari komplotan sadis ini turut diamankan sebuah stapler (staples) tembak. Alat ini biasanya dibunyikan agar korban takut karena suaranya mirip dengan tembakan. Supaya tidak teridentifikasi, komplotan ini sebelum beraksi menutupi plat kendaraan bagian belakang menggunakan plastik kresek.

Yang menarik dalam kasus ini, kata Kapolsek, sembilan tersangka mengaku, hasil kejahatan yang mereka lakukan digunakan untuk bersenang-senang. “Hasil kejahatan dipakai untuk makan-makan,”ungkapnya. [spy/wrt]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami