Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dinas Kebudayaan: Banyak Ukiran Kuno di Pura Hilang, Diganti Batu Hitam

Minggu, 8 Oktober 2017, 12:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Anom Bhasma, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini di Puspem Badung, sangat menyayangkan telah banyak terjadi pemugaran bangunan Pura untuk direnovasi, di beberapa tempat di daerah Badung, yang secara tidak langsung menghilangkan warisan arsitektur terutama ukiran kuno atau asli, yang ada pada bangunan di sekitar Pura tersebut.
 
"Jika dilihat saat ini terutamanya di Daerah Badung, sudah cukup banyak, kira-kira sudah ada 40 persenan bangunan Pura yang sudah dilakukan renovasi total dengan menghilangkan  arsitektur kunonya, terutama pada ukiran yang ada pada tembok maupun di pelingih-pelingih di Pura. Sedangkan sisanya lagi 60 persen sangat perlu kita segera selamatkan," jelasnya.
 
[pilihan-redaksi]
Dari pengamatannya, sebagian besar yang sudah mengalami perubahan, adalah pada bangunan di Pura, yang dominan dalam pembangunan ulangnya menggunakan atau memakai bahan baku berbeda misalnya seperti memakai batu hitam.
 
"Ini tentu menyebakan ukiran klasik atau kuno akan musnah, dikarenakan telah banyak dilakukan renovasi total dengan menggunakan bahan baku berbeda dengan sebelumnya (batu hitam), dan seandainya diisi ukiran, tentu juga gaya ukirannya akan sangat berbeda sekali dengan yang sudah ada sebelumnya," ujarnya seperti dilansir dari Badungpost.com.
 
Dicontohkan, di suatu daerah, malah sisa-sisa dari ukiran-ukiran bekas bangunan di Pura, malah dibuatkan lubang dan selanjutnya dikubur begitu saja. Dengan melihat kondisi tersebut maka dia menyampaikan telah melakukan penyelamatan, karena itu bisa dijadikan sebagai cagar Budaya kedepannya.
 
[pilihan-redaksi2]
"Ada juga beberapa temuan sejarah sudah sempat saya dengan beberapa tim datangi, seperti salah satunya di Pura Gelang Agung, Banjar Buangga, Kecamatan Petang, yang bekerjasama dengan balai arkeologi dan juga BPCB guna melakukan penyelamatan," bebernya.
 
Dikatakan, selain melakukan penyelamatan pada tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah setiap tahun Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung juga telah melakukan pendaftaran pada warisan budaya tak benda, agar dikemudian hari tidak sampai diklaim oleh orang lain.
 
"Saat ini, sudah ada lima  warisan budaya tak benda yang telah kami daftarkan di Kabupaten Badung misalnya mulai dari, Makotekan, Perang Ketupat Bantal, Siat Tipat, Tari Leko, Baris Kekuong  dan Baris Tulak Pungul," pungkasnya. [bpc/bbn/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami