Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 1 Mei 2026
Dinas Kebudayaan: Banyak Ukiran Kuno di Pura Hilang, Diganti Batu Hitam
Minggu, 8 Oktober 2017,
12:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Anom Bhasma, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini di Puspem Badung, sangat menyayangkan telah banyak terjadi pemugaran bangunan Pura untuk direnovasi, di beberapa tempat di daerah Badung, yang secara tidak langsung menghilangkan warisan arsitektur terutama ukiran kuno atau asli, yang ada pada bangunan di sekitar Pura tersebut.
"Jika dilihat saat ini terutamanya di Daerah Badung, sudah cukup banyak, kira-kira sudah ada 40 persenan bangunan Pura yang sudah dilakukan renovasi total dengan menghilangkan arsitektur kunonya, terutama pada ukiran yang ada pada tembok maupun di pelingih-pelingih di Pura. Sedangkan sisanya lagi 60 persen sangat perlu kita segera selamatkan," jelasnya.
[pilihan-redaksi]
Dari pengamatannya, sebagian besar yang sudah mengalami perubahan, adalah pada bangunan di Pura, yang dominan dalam pembangunan ulangnya menggunakan atau memakai bahan baku berbeda misalnya seperti memakai batu hitam.
"Ini tentu menyebakan ukiran klasik atau kuno akan musnah, dikarenakan telah banyak dilakukan renovasi total dengan menggunakan bahan baku berbeda dengan sebelumnya (batu hitam), dan seandainya diisi ukiran, tentu juga gaya ukirannya akan sangat berbeda sekali dengan yang sudah ada sebelumnya," ujarnya seperti dilansir dari Badungpost.com.
Dicontohkan, di suatu daerah, malah sisa-sisa dari ukiran-ukiran bekas bangunan di Pura, malah dibuatkan lubang dan selanjutnya dikubur begitu saja. Dengan melihat kondisi tersebut maka dia menyampaikan telah melakukan penyelamatan, karena itu bisa dijadikan sebagai cagar Budaya kedepannya.
[pilihan-redaksi2]
"Ada juga beberapa temuan sejarah sudah sempat saya dengan beberapa tim datangi, seperti salah satunya di Pura Gelang Agung, Banjar Buangga, Kecamatan Petang, yang bekerjasama dengan balai arkeologi dan juga BPCB guna melakukan penyelamatan," bebernya.
Dikatakan, selain melakukan penyelamatan pada tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah setiap tahun Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung juga telah melakukan pendaftaran pada warisan budaya tak benda, agar dikemudian hari tidak sampai diklaim oleh orang lain.
"Saat ini, sudah ada lima warisan budaya tak benda yang telah kami daftarkan di Kabupaten Badung misalnya mulai dari, Makotekan, Perang Ketupat Bantal, Siat Tipat, Tari Leko, Baris Kekuong dan Baris Tulak Pungul," pungkasnya. [bpc/bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026