Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Bali : Jangan Sampai Pengungsi Tidur di Alas Tipis Tanpa Selimut
Kamis, 30 November 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Selepas mengikuti apel peringatan HUT KORPRI, Gubernur Made Mangku Pastika berinisiatif meninjau kondisi pengungsi di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Rabu (29/11).
Didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Gubernur Pastika tiba di lokasi pengungsian dan langsung mendapat laporan kondisi pengungsi dari Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.
[pilihan-redaksi]
Menurut Astara, sebanyak 2.300 pengungsi asal Karangasem sudah ditampung di desa Tembok pasca penaikan status Gunung Agung ke level Awas untuk kedua kalinya.
Gubernur Made Mangku Pastika mengatakan proses pengungsian untuk kali kedua ini jauh lebih baik, karena status Awas terjadi pagi hari. Ia menilai pemerintah dan masyarakat lebih siap dengan status Awas kali ini dan tak ada kepanikan seperti pada pernyataan Awas sebelumnya.
Pastika menambahkan masyarakat kali ini mengungsi dengan tertib dan atas kesadaran sendiri. Hanya saja, ia menambahkan, masyarakat tidak membawa kembali bantuan yang dulu sudah diberikan oleh pemerintah seperti matras, selimut kompor dan kipas. Ia berharap jangan sampai ada kesan pemerintah membiarkan pengungsi tidur di alas tipis dan tanpa selimut. Menurutnya para pengungsi sudah diimbau agar membawa kembali kompor, alat masak dan kebutuhan lainnya.
“Minta lagi ke pemerintah agak sulit karena dulu sudah pernah dikasih. Tapi kemarin saya sudah minta ke pemerintah pusat matras selimut tenda terpal alat masak ya mudah mudahan didrop, kalau tidak ya kita musti cari lah,” ujarnya.
Pada kesempatan ini Gubernur Pastika juga berharap masyarakat mengikuti arahan pemerintah. Menurutnya selama penghuni 22 desa yang masuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana mengikuti arahan pemerintah, mudah-mudahan masyarakat akan aman.
“Kita harapkan tidak terjadi sih, anggaplah kemungkinan terburuk itu (erupsi seperti tahun 1963). Tidak ada masalah sepanjang saudara saudara kita mengikuti arahan kita,” ujarnya. [bbn/prov/wrt]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026