Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Gubernur Bali : Jangan Sampai Pengungsi Tidur di Alas Tipis Tanpa Selimut
Kamis, 30 November 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Selepas mengikuti apel peringatan HUT KORPRI, Gubernur Made Mangku Pastika berinisiatif meninjau kondisi pengungsi di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Rabu (29/11).
Didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Gubernur Pastika tiba di lokasi pengungsian dan langsung mendapat laporan kondisi pengungsi dari Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.
[pilihan-redaksi]
Menurut Astara, sebanyak 2.300 pengungsi asal Karangasem sudah ditampung di desa Tembok pasca penaikan status Gunung Agung ke level Awas untuk kedua kalinya.
Gubernur Made Mangku Pastika mengatakan proses pengungsian untuk kali kedua ini jauh lebih baik, karena status Awas terjadi pagi hari. Ia menilai pemerintah dan masyarakat lebih siap dengan status Awas kali ini dan tak ada kepanikan seperti pada pernyataan Awas sebelumnya.
Pastika menambahkan masyarakat kali ini mengungsi dengan tertib dan atas kesadaran sendiri. Hanya saja, ia menambahkan, masyarakat tidak membawa kembali bantuan yang dulu sudah diberikan oleh pemerintah seperti matras, selimut kompor dan kipas. Ia berharap jangan sampai ada kesan pemerintah membiarkan pengungsi tidur di alas tipis dan tanpa selimut. Menurutnya para pengungsi sudah diimbau agar membawa kembali kompor, alat masak dan kebutuhan lainnya.
“Minta lagi ke pemerintah agak sulit karena dulu sudah pernah dikasih. Tapi kemarin saya sudah minta ke pemerintah pusat matras selimut tenda terpal alat masak ya mudah mudahan didrop, kalau tidak ya kita musti cari lah,” ujarnya.
Pada kesempatan ini Gubernur Pastika juga berharap masyarakat mengikuti arahan pemerintah. Menurutnya selama penghuni 22 desa yang masuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana mengikuti arahan pemerintah, mudah-mudahan masyarakat akan aman.
“Kita harapkan tidak terjadi sih, anggaplah kemungkinan terburuk itu (erupsi seperti tahun 1963). Tidak ada masalah sepanjang saudara saudara kita mengikuti arahan kita,” ujarnya. [bbn/prov/wrt]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026