Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Posko Pengungsian UPT Pertanian Rendang Krisis Beras

Pengungsi di UPT Pertanian Rendang, Karangasem, keluhkan tersendatnya bantuan logistik dari pemerintah.

Selasa, 16 Januari 2018, 05:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom/file/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Pengungsi di UPT Pertanian Rendang, Karangasem, keluhkan tersendatnya bantuan logistik dari pemerintah. Menurut salah satu pengungsi asal Dusun Kesimpar, Nengah Sama, sejak terakhir kali melakukan amprah atau pemesanan beras pemerintah ke Posko induk Tanah Ampo tanggal 31 Desember lalu, hingga kini beras tak kunjung datang atau belum bisa terpenuhi.
 
"Ya jika tidak ada beras kita harus beli sendiri beserta kebutuhan lainya,” ujarnya.Kurangnya pasokan logistik ke pos pengungsian tersebut membuat para pengungsi terpaksa harus meminjam beras kepada sesama pengungsi lainya yang kebetulan masih memiliki stok lebih.
 
Disamping kekurangan beras dan lauk, gas LPG juga sangat terbatas dan tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan pengungsi yang ada. Dalam sehari hanya ada pasokan 10 tabung gas untuk posko, padahal seluruh pengungsi masak sendiri tidak melalui dapur umum. 
 
Beruntung sampai saat ini ada saja donatur datang ke posko membawa bantuan sembako, hanya saja untuk sumbangan beras menurut Nengah Sama, tidak setiap hari ada. 
 
Di UPT Pertanian Rendang saat ini ada sekitar 1.300 orang pengungsi, jumlah tersebut memang sudah sedikit berkurang pasca penyempitan radius menjadi 6 kilometer.
 
Sementara itu, kelangkaan logistik terutama beras juga diakui oleh Camat Rendang Wayan Mastra. Selama ini pihaknya mengaku sudah terus melakukan amprah namun belum keluar.“Sudah amprah, untuk beras Bulog selama ini memang belum datang,” ujarnya.Dirinya mengakui, beruntung masih ada bantuan dari warga masyarkat yang datang ke posko, sehingga bisa bertahan untuk kebutuhan pengungsi dalam beberapa hari.
 
Senada disampaikan Wayan Sudiarta selaku kepala pos logistik Posko Pengungsi UPT Pertanian Rendang. Menurutnya Prosedur amprah sudah dilakukannya ke Dinas Sosial Karangasem. Hanya saja sampai saat ini belum juga cair. Diakuinya di posko hanya stok beras saja yang dalam keadaan kosong.Kadis Sosial Karangasem Puspa Kumari mengaku sudah meminta kordinator pengungsi UPT Dinas Pertanian Rendang untuk menghubungi Bulog Banjarangkan.
 
Karena memang saat ini untuk pengambilan beras bisa dilakukan melalui Bulog Banjarangkan. Menurutnya, untuk cadangan beras pemerintah stoknya memang disimpan di gudang bulog karena memang dari dulu untuk bantuan beras Cadangan Pemerintah CBP langsung di kirim oleh Bulog ke posko pengungsi di Kecamatan.
 
Dikatakan Puspa Kumari, hal tersebut dilakukan supaya beras tidak turun naik dan memotong birokrasi. Selaian itu juga karena tenaga angkut di posko Tanah Ampo juga tidak ada sehingga dilakukan droping langsung ke pos Kecamatan.
 
Pihaknya juga kembali meminta agar kordinator posko pengungsi mengajukan langsung ke Bulog di Banjarangkan.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami