Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Dadong Belek Sehari-hari Hanya Masak Daun Keladi Ditemani Nasi
Kamis, 15 Maret 2018,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com.Buleleng. Kisah memilukan yang dialami dadong Nyoman Belek (80) yang Tinggal bersama Made Mudiasna (anak), Nyoman Yastimin (menantu), dan dua (2) orang cucunya Wayan Gunawan dan Made Windi Saputra di Banjar Dinas Dangin Margi, Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan-Buleleng
[pilihan-redaksi]
Sekalipun tinggal bersama anak dan menantu, namun hingga saat ini dadong Belek tidak mendapatkan kartu Indonesia sehat (KIS) maupun BPJS PBI (penerima bantuan iuran), karena namanya tidak masuk kedalam Kartu Keluarga (KK).
Sekalipun tinggal bersama anak dan menantu, namun hingga saat ini dadong Belek tidak mendapatkan kartu Indonesia sehat (KIS) maupun BPJS PBI (penerima bantuan iuran), karena namanya tidak masuk kedalam Kartu Keluarga (KK).
Dadong Belek yang sudah renta ini, kesehariannya hanya bisa memasak daun keladi untuk teman nasinya. Tidak banyak yang bisa diharapkan dari anak semata wayangnya Made Mudiasna yang hanya bekerja serabutan sebagai buruh proyek.
Mereka menempati rumah kontrakan ukuran 2x6 meter, dengan dinding batu bata yang sudah rusak di atas tanah milik orang lain yang harus dibayarnya setiap tahunnya Rp 350.000.
Kepala Desa Tunjung Kecamatan Kubutambahan - Buleleng membenarkan kondisi warganya dadong Belek seperti yang dimuat oleh sebuah media. Bahkan untuk beras sejahtera (rastra) pun dadong Belek tidak menerima Karena terkendala administrasi kependudukan.
[pilihan-redaksi2]
Dibenarkan pula bahwa tahun lalu, dadong Belek sudah dibantu akan dibuatkan kartu keluarga oleh pihak desa, namun dadong Belek berhalangan hadir. Saat ini sesuai program Pemerintah yakni jemput bola data kependudukan, maka dadong Belek kembali akan dibantu dalam mengurus administrasi kependudukan, sehingga memudahkan pengurusan kartu jaminan kesehatan, baik KIS maupun BPJS PBI.
Dibenarkan pula bahwa tahun lalu, dadong Belek sudah dibantu akan dibuatkan kartu keluarga oleh pihak desa, namun dadong Belek berhalangan hadir. Saat ini sesuai program Pemerintah yakni jemput bola data kependudukan, maka dadong Belek kembali akan dibantu dalam mengurus administrasi kependudukan, sehingga memudahkan pengurusan kartu jaminan kesehatan, baik KIS maupun BPJS PBI.
Dengan mengirim Tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Gubernur Pastika meminta agar kondisi dadong Belek yang tidak memiliki jaringan kesehatan akibat terkendala administrasi kependudukan (KTP) untuk bisa dikoordinasikan dan dibantu.
Untuk meringankan beban hidup dadong Belek, Gubernur Bali Made Mangku Pastika melalui tim respon cepat Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sejumlah uang, yang nantinya diharapkan dapat digunakan untuk keperluan hidup sehari hari. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3772 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1712 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026