Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Ditinggal Mudik, Lapak Pedagang Pasar Kodok di Tabanan 50% Tutup
Selasa, 12 Juni 2018,
17:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Pedagang baju bekas impor atau yang kerap disebut pasar kodok di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan sudah sebagian besar mudik ke kampung halamanya di Jawa. Ini dibuktikan dari sekitar 50% lapak pedagang terlihat sudah mulai kosong.
[pilihan-redaksi]
Puncak mudik para pedagang di Pasar Kodok diperkirakan pada Selasa (12/6). Seperti yang diungkapkan Ali (55) salah satu pedagang pasar Kodok. Ia mengatakan istri dan anaknya sudah pulang duluan pagi tadi pukul 07.00 Wita sementara dirinya baru akan mudik pada malam takbiran.
Puncak mudik para pedagang di Pasar Kodok diperkirakan pada Selasa (12/6). Seperti yang diungkapkan Ali (55) salah satu pedagang pasar Kodok. Ia mengatakan istri dan anaknya sudah pulang duluan pagi tadi pukul 07.00 Wita sementara dirinya baru akan mudik pada malam takbiran.
“Usai malam takbiran saya baru mudik,” jelasnya.
Seperti tahun lalu, lanjutnya mudik kali ini akan mengendarai sepeda motor ke kampung halamannya di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. “Saya pelan pelan yang penting selamat sampai di rumah,” tambahnya.
Ia yang pernah merantau ke Lampung dan Kalimantan Tengah ini mengaku tidak ada persiapan khusus untuk mudik lebaran yang merupakan tradisi setiap tahun tersebut. Ia hanya mempersiapkan fisiknya agar tetap sehat sehingga bisa selamat sampai tujuan.
“Saya hanya mempersiapkan bekal uang, buktinya saya masih buka sampai hari ini agar lebih banyak punya bekal untuk hari raya,” tandasnya.
[pilihan-redaksi2]
Ia mengaku hasil jualannya tidak sebanyak tiga tahun lalu. Selain jumlah pedagang yang bertambah banyak, pembeli juga semakin sedikit datang ke pasar. “Kalau beberapa tahun lalu, setiap hari raya Kuningan pasti rame, tapi sekarang tidak seramai dulu,” tambahnya.
Ia mengaku hasil jualannya tidak sebanyak tiga tahun lalu. Selain jumlah pedagang yang bertambah banyak, pembeli juga semakin sedikit datang ke pasar. “Kalau beberapa tahun lalu, setiap hari raya Kuningan pasti rame, tapi sekarang tidak seramai dulu,” tambahnya.
Dibandingkan hasil tiga tahun yang lalu, kata dia, per harinya saat ini dinilai jauh lebih kecil dimana hanya bisa meraup Rp150 ribu per harinya. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai tiga kali lipat saat ini. Lain halnya dengan Sri (40) pedagang pasar Obral (OB) asal Banyuwangi ini juga akan mudik pulang kampung jelang H-1 Lebaran. "Saya dekat mas dari Banyuwangi, jadi mudiknya nanti sehari sebelum lebaran," jelasnya.
Dari pantauan, di deretan lapak Ali yang berjumlah 70 lapak sebagian besar sudah kosong ditinggal mudik oleh para pedagang yang sebagian besar dari Pulau Jawa. (bbn/nod/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3798 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026