Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ngeroras Massal, Ribuan Warga Ikuti Upacara "Mendak Isepan"

Kamis, 16 Agustus 2018, 22:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com,Karangasem. Sekitar 7.000 orang warga Pesemetonan Sire Arya Kenuruhan Bali mengikuti prosesi "Mendak isepan" (Jemput Tebu) di Pura Penyatur Kangin, Desa sibetan, Bebendem, Karangasem Kamis (16/08) siang.
 
[pilihan-redaksi]
Mendak Isepan sendiri merupakan salah satu tahapan yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan upacara Ngeroras masal yang digelar oleh Pesemetonan Sire Arya Kenuruhan Bali. Dalam upacara tersebut ada sekitar 108 buah tebu lengkap dengan daunnya diarak oleh warga menuju Pura Merajan Arya Kanuruhan. Angka 108 sendiri menurut salah satu pemangku sebagai simbol angka tertinggi
 
Ketua Umum Pertisentana Sire Arya Kenuruhan Pusat I Wayan Geredeg mengatakan kegiatan ini merupakan sebagai bentuk kebersamaan diantara pesemetonan Arya Kenuruhan dalam melaksanakan upacara. "Upacara Ngeroras masal ini rutin dilaksanakan dan ini merupakan sudah yang kelima kalinya," ujarnya.
 
Selain itu, kegiatan Ngeroras masal ini juga sebagai tanda bakti kepada para leluhur. Dengan cara bersama-sama seperti ini selain untuk meringankan biaya juga bisa sebagai ajang untuk menjaga gotong royong dan kebersamaan diantara pasemetonan.
 
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, dalam upacara Ngeroras Masal tersebut diikuti sebanyak 335 puspa. Setiap satu puspa warga dikenakan biaya Rp1,5 juta saja. Hanya saja meski tergolong sangat terjangkau, jumlah puspa yang ikut berkurang dari jumlah kegiatan yang sebelumnya. Hal ini menurut Geredeg sebagai dampak dari peningkatan aktivitas Gunung Agung. Beberapa pasemetonan mengira karena situasi tidak kondusif diduga ngeroras masal ini ditiadakan.
 
sementara itu, upacara mendak ini dipuput oleh Ide Pedanda Istri Buruan dari Geria Kanginan, Sibetan, Karangasem. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi berharap fenomena Ngeroras masal ini terus dilakukan sehingga bisa menekan biaya upacara yang biasanya sangat besar jika ditangani sendiri. (bbn/igs/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami