Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ngeroras Massal, Ribuan Warga Ikuti Upacara "Mendak Isepan"
Kamis, 16 Agustus 2018,
22:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Sekitar 7.000 orang warga Pesemetonan Sire Arya Kenuruhan Bali mengikuti prosesi "Mendak isepan" (Jemput Tebu) di Pura Penyatur Kangin, Desa sibetan, Bebendem, Karangasem Kamis (16/08) siang.
[pilihan-redaksi]
Mendak Isepan sendiri merupakan salah satu tahapan yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan upacara Ngeroras masal yang digelar oleh Pesemetonan Sire Arya Kenuruhan Bali. Dalam upacara tersebut ada sekitar 108 buah tebu lengkap dengan daunnya diarak oleh warga menuju Pura Merajan Arya Kanuruhan. Angka 108 sendiri menurut salah satu pemangku sebagai simbol angka tertinggi
Mendak Isepan sendiri merupakan salah satu tahapan yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan upacara Ngeroras masal yang digelar oleh Pesemetonan Sire Arya Kenuruhan Bali. Dalam upacara tersebut ada sekitar 108 buah tebu lengkap dengan daunnya diarak oleh warga menuju Pura Merajan Arya Kanuruhan. Angka 108 sendiri menurut salah satu pemangku sebagai simbol angka tertinggi
Ketua Umum Pertisentana Sire Arya Kenuruhan Pusat I Wayan Geredeg mengatakan kegiatan ini merupakan sebagai bentuk kebersamaan diantara pesemetonan Arya Kenuruhan dalam melaksanakan upacara. "Upacara Ngeroras masal ini rutin dilaksanakan dan ini merupakan sudah yang kelima kalinya," ujarnya.
Selain itu, kegiatan Ngeroras masal ini juga sebagai tanda bakti kepada para leluhur. Dengan cara bersama-sama seperti ini selain untuk meringankan biaya juga bisa sebagai ajang untuk menjaga gotong royong dan kebersamaan diantara pasemetonan.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, dalam upacara Ngeroras Masal tersebut diikuti sebanyak 335 puspa. Setiap satu puspa warga dikenakan biaya Rp1,5 juta saja. Hanya saja meski tergolong sangat terjangkau, jumlah puspa yang ikut berkurang dari jumlah kegiatan yang sebelumnya. Hal ini menurut Geredeg sebagai dampak dari peningkatan aktivitas Gunung Agung. Beberapa pasemetonan mengira karena situasi tidak kondusif diduga ngeroras masal ini ditiadakan.
Sementara itu, dalam upacara Ngeroras Masal tersebut diikuti sebanyak 335 puspa. Setiap satu puspa warga dikenakan biaya Rp1,5 juta saja. Hanya saja meski tergolong sangat terjangkau, jumlah puspa yang ikut berkurang dari jumlah kegiatan yang sebelumnya. Hal ini menurut Geredeg sebagai dampak dari peningkatan aktivitas Gunung Agung. Beberapa pasemetonan mengira karena situasi tidak kondusif diduga ngeroras masal ini ditiadakan.
sementara itu, upacara mendak ini dipuput oleh Ide Pedanda Istri Buruan dari Geria Kanginan, Sibetan, Karangasem. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi berharap fenomena Ngeroras masal ini terus dilakukan sehingga bisa menekan biaya upacara yang biasanya sangat besar jika ditangani sendiri. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026