Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Generasi Muda Harus Ingat Sejarah Pendiri Bangsa
Minggu, 11 November 2018,
22:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebagai generasi muda kita harus mengingat sejarah para pendiri bangsa, dengan mengingat sejarah maka akan terus mengalirkan semangat mereka. Jangan pernah melupakan sejarah, karena peran para pendahululah saat ini kita ada.
"Kita harus meneladani apa yang sudah diwariskan, demi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Tapi jangan diingat saja, harus dilaksanakan dan diamalkan,” ujar Suastini Koster saat didaulat menjadi narasumber Muswil IV ICMI Orwil Bali di Aula Kampus STIKOM, Denpasar, Minggu (11/11).
Dengan mengingat sejarah dan menyadari kemajemukan bangsa lewat seni, budaya, adat, dan agama menurut Suastini Koster maka generasi muda bisa meningkatkan jati diri dan karakternya yang selanjutnya akan memperkuat jati diri bangsa.
“Generasi muda yang jati diri dan karakternya kuat akan terlihat dalam penampilannya, mereka adalah kaum intelektual yang sudah barang tentu dalam berbuat selalu dengan cara yang intelek pula,” jelasnya selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali
Ia mengharapkan para generasi muda yang mempelajari teknologi informasi seperti mahasiswa STIKOM semakin giat mengasah kemampuannya seiring kemajuan jaman yang mengedepankan teknologi. “Anak-anak yang sudah belajar teknologi merupakan generasi Z sebagai penguasa teknologi yang merupakan tuntutan era kedepan, jadi manfaatkan sebaik-baiknya, terus tingkatkan kemampuan demi kemajuan diri sendiri dan kemajuan bangsa,” imbuhnya.
Peran generasi muda sekarang ini yakni mempertahankan keindahan dan kekuatan bangsa Indonesia, dengan cara mengingat dan meneladani perjuangan para pejuang pendiri bangsa.
Tak hanya itu, Putri Suastini Koster juga menyampaikan pentingnya peran orang tua khususnya Ibu dalam pola asuh dan tumbuh kembang anak yang akan mempengaruhi karakternya saat usia remaja. “Peran para orang tua, lembaga pendidikan dan pemerintah dalam hal ini juga sangat penting, guna menjaga dan mengarahkan mereka agar tetap dalam koridornya.
Terutama para Ibu yang mengasuh dari usia dini, memang saat ini sudah emansipasi wanita, perlu berkarir, tapi tetap harus ingat tugas dan kewajiban menjaga keluarga khususnya anak-anak. Dari asuhan para ibu yang bijaksana, tegas, berbudi mulialah tumbuh anak yang berkarakter dan jati dirinya kuat, maka jangan gantikan peran seorang Ibu dengan pengasuh.
"Inilah hal mendasar yang harus disadari, seorang ibu adalah penjaga, ketika seorang ibu kehilangan perannya dalam menjaga anak-anaknya maka hal-hal negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan sebagainya akan cepat mempengaruhi anak-anak,” pungkasnya.
Ny. Putri Suastini Koster yang juga seorang seniman pada kesempatan itu juga menampilkan kepiawaiannya dalam membacakan puisi yang berjudul Sumpah Kumbakarna.
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026