Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Generasi Muda Harus Ingat Sejarah Pendiri Bangsa
Minggu, 11 November 2018,
22:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebagai generasi muda kita harus mengingat sejarah para pendiri bangsa, dengan mengingat sejarah maka akan terus mengalirkan semangat mereka. Jangan pernah melupakan sejarah, karena peran para pendahululah saat ini kita ada.
"Kita harus meneladani apa yang sudah diwariskan, demi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Tapi jangan diingat saja, harus dilaksanakan dan diamalkan,” ujar Suastini Koster saat didaulat menjadi narasumber Muswil IV ICMI Orwil Bali di Aula Kampus STIKOM, Denpasar, Minggu (11/11).
Dengan mengingat sejarah dan menyadari kemajemukan bangsa lewat seni, budaya, adat, dan agama menurut Suastini Koster maka generasi muda bisa meningkatkan jati diri dan karakternya yang selanjutnya akan memperkuat jati diri bangsa.
“Generasi muda yang jati diri dan karakternya kuat akan terlihat dalam penampilannya, mereka adalah kaum intelektual yang sudah barang tentu dalam berbuat selalu dengan cara yang intelek pula,” jelasnya selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali
Ia mengharapkan para generasi muda yang mempelajari teknologi informasi seperti mahasiswa STIKOM semakin giat mengasah kemampuannya seiring kemajuan jaman yang mengedepankan teknologi. “Anak-anak yang sudah belajar teknologi merupakan generasi Z sebagai penguasa teknologi yang merupakan tuntutan era kedepan, jadi manfaatkan sebaik-baiknya, terus tingkatkan kemampuan demi kemajuan diri sendiri dan kemajuan bangsa,” imbuhnya.
Peran generasi muda sekarang ini yakni mempertahankan keindahan dan kekuatan bangsa Indonesia, dengan cara mengingat dan meneladani perjuangan para pejuang pendiri bangsa.
Tak hanya itu, Putri Suastini Koster juga menyampaikan pentingnya peran orang tua khususnya Ibu dalam pola asuh dan tumbuh kembang anak yang akan mempengaruhi karakternya saat usia remaja. “Peran para orang tua, lembaga pendidikan dan pemerintah dalam hal ini juga sangat penting, guna menjaga dan mengarahkan mereka agar tetap dalam koridornya.
Terutama para Ibu yang mengasuh dari usia dini, memang saat ini sudah emansipasi wanita, perlu berkarir, tapi tetap harus ingat tugas dan kewajiban menjaga keluarga khususnya anak-anak. Dari asuhan para ibu yang bijaksana, tegas, berbudi mulialah tumbuh anak yang berkarakter dan jati dirinya kuat, maka jangan gantikan peran seorang Ibu dengan pengasuh.
"Inilah hal mendasar yang harus disadari, seorang ibu adalah penjaga, ketika seorang ibu kehilangan perannya dalam menjaga anak-anaknya maka hal-hal negatif seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan sebagainya akan cepat mempengaruhi anak-anak,” pungkasnya.
Ny. Putri Suastini Koster yang juga seorang seniman pada kesempatan itu juga menampilkan kepiawaiannya dalam membacakan puisi yang berjudul Sumpah Kumbakarna.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2948 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026