Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Jangkau Seluruh Bali, REI Berharap Kenaikan Harga Rumah Subsidi Bisa Capai 7,75%
Selasa, 29 Januari 2019,
10:12 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Real Estat Indonesia (REI) Bali berharap usulan kenaikan harga rumah bersubsidi yang menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diajukan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan berada di angka 7,75% agar bisa mencakup sasaran di semua wilayah Bali.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Bali, Pande Agus Permana Widura mengatakan saat ini dengan menggunakan harga yang lama, pihaknya hanya mampu membangun rumah subsidi di beberapa kabupaten diantaranya di Buleleng, Jembrana, Karangasem dan Tabanan.
"Untuk angka kredit di perumahan, kami masih menggunakan harga perumahan 2018. Di Bali kami (REI) ajukan sebesar 7,75 persen akan tetapi untuk harga di 2019 belum ditetapkan oleh Kemen PUPR," ujarnya, Senin (29/1).
Dirinya berkeinginan seandainya harga dari rumah subsidi ini dapat ditingkatkan tidak hanya 5 persen maka, REI Bali akan mampu membangun rumah subsidi di seluruh Kabupaten di Bali atau agar dapat mengurangi Backlog di Bali sebesar 200.000 unit.
Sementara itu, pihaknya masih mengkaji perihal usulan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang kenaikan harga rumah bersubsidi tersebut. Ia mengatakan REI Bali bersama DPP REI pusat, Kementrian PUPR dan pihak perbankan akan mencoba mengkaji kembali terkait kenaikan tersebut di beberapa daerah. Dimana, kenaikan yang diusulkan tidak hanya 5 persen setiap tahunnya, melainkan bisa melebihi.
"Memang program rumah subsidi merupakan program dari Bapak Presiden Jokowi yang memang ditetapkan setiap tahun tersebut ada kenaikan sebesar 5 persen. Tetapi, berhubung di beberapa daerah khususnya di Bali harga tanah cenderung meningkat 5 persen. Maka, kami mendukung kenaikan harga sebesar 5 persen bahkan lebih untuk rumah subsidi tersebut," jelasnya.
Dilanjutkan, seharusnya setiap Januari atau awal tahun sudah ada harga baru minimal sebesar 5 persen, akan tetapi sampai saat ini belum ada kenaikan. Jadi anggota REI Bali masih menggunakan harga lama sampai saat ini.
Menurut Pande, dengan kenaikan harga tersebut tidak akan mengurangi animo masyarakat untuk membeli rumah subsidi. Tentunya, dengan dibuatkan skema FLPP, maka tidak akan menurunkan daya beli masyarakat untuk membeli rumah subsidi di Bali.
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1202 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 935 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 766 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 699 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026