Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Bawa 2 Kilo Hasis ke Bali, WN Jerman Terancam Hukuman Mati
Rabu, 3 April 2019,
19:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang pria berkebangsaan Jerman, Frank Zeidler, didudukkan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Denpasar, pada Selasa (2/4/2019). Pria kelahiran Berlin, 13 Maret 1962, ini disidangkan atas kasus kepemilikan narkotika jenis Hasis dengan berat 2.105 gram. Ia diamankan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, pada 8 Desember 2018.
[pilihan-redaksi]
Sidang berlangsung di ruang Kartika dengan Ketua majelis hakim Esthar Oktavi, SH.MH dan hakim anggota Novita Riama,SH.MH dan Engeliky Handajani Day,SH.MH. Dengan didampingi penerjemah bahasa, I Wayan Ana, Jaksa penuntut umum (JPU) Made Putriningsih,SH membacakan dakwaan bagaimana terdakwa diamankan hingga bergulirnya di persidangan.
Usai membacakan dakwaan, Jaksa langsung menghadirkan saksi dua petugas Bea dan Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai. Diterangkan bahwa terdakwa begitu tiba di Bandara, gerak geriknya sudah mencurigakan. Saat itu ia tiba pada 8 Desember 2018 sekitar pukul 15.00 Wita.
"Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum mengimpor Narkotika golongan I jenis hasis yang beratnya melebihi 2 Kilogram dengan berat 2.105 gram netto," ungkap Jaksa Kejati Bali dalam dakwaan Pertama.
Diuraikan, berawal saat pria yang berprofesi sebagai terapis ini berangkat dari New Delhi India dengan menggunakan pesawat Thai Airways TG 316 dan transit di Bangkok. Kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bali dengan mengunakan pesawat Thai Airways TG 431.
Setiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdakwa kemudian turun dari pesawat lalu menuju ke counter imigrasi untuk menstempel paspor dan mengambil koper Sofcase warna hitam miliknya.
Saat di areal Bea dan Cukai, koper milik terdakwa diperiksa melalui mesin X-ray dan terekam benda mencurigakan.
[pilihan-redaksi2]
"Dalam pemeriksaan ditemukan 1 paket padatan warna hitam yang dibalut dengan lakban warna abu-abu yang diduga mengandung sediaan hasis yang tersimpan dan disembunyikan dibawah dinding koper," beber Jaksa.
Selanjutnya, paket yang diselundupkan terdakwa dilakukan pengujian dengan mengunakan Narkotic Tes. Benar saja, paket tersebut mengandung sediaan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman berupa Hasis.
Terdakwa dan barang bukti kemudian diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali hingga kasus bergulir ke meja hijau.
Atas perbuatannya itu, JPU menjerat terdakwa dengan dua Pasal. Pada dakwaan Pertama, JPU memasang Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.
"Sedangkan dakwaan ke Dua, Pasal 111 ayat (2) UU yang sama dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun," tutup Jaksa. [bbn/maw/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026