Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 2 November 2026
Hanya Ada di Jembrana, 7 Buah Ini Mendapat Sertifikasi Kementan RI
Senin, 8 April 2019,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Tujuh buah asli Jembrana antara lain; Kawista, Pisang Kayu, Pisang Lumut, Kelapa (nyuh gading merah), Kelapa Genjah Hijau, Jeruju serta Salak Gatri Penyaringan Merah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Pertanian RI.
[pilihan-redaksi]
Sertifikat Tanda Pendaftaran Buah Lokal itu diterima langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, saat menerima audiensi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, senin ( 8/4), di Ruang Rapat Bupati Jembrana.
Sertifikat Tanda Pendaftaran Buah Lokal itu diterima langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, saat menerima audiensi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, senin ( 8/4), di Ruang Rapat Bupati Jembrana.
Dalam acara itu hadir Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP ) Bali, DR. Drh. I Made Adijaya, MP didampingi Kadis Pertanian Pangan Jembrana I Wayan Sutama.
I Made Adijaya mengatakan BPTP punya tugas mendata dan mendaftarkan varietas buah spesifik dimasing-masing wilayah. Tidak hanya di Jembrana, tapi juga daerah lainnya di Bali. Pendataan itu dilakukan mengingat Setiap wilayah indonesia kaya akan sumber daya genetik, baik itu tanaman atau hewan.
“Contohnya Kawista hanya ada di Jembrana. Demikian juga Jeruju selama ini dikenal obat herbal untuk bisul dan kanker. Itu yang kita lindungi, agar tidak diklaim dan kedepan mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat lokal,” kata Adijaya.
Secara legal buah-buahan itu juga sudah didaftarkan dan dilindungi pusat perlindungan varietas tambahnya lagi.
Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha, menyatakan terimakasih kepada Kementerian Pertanian melalui BPTP Bali atas perhatian terhadap perlindungan potensi hayati Jembrana. Sertifikasi dinilai penting guna melindungi komoditas buah asli Jembrana.
“Ini bagian perlindungan akan potensi perkebunan dan buah buahan Jembrana, yang dapat bernilai ekonomi suatu saat, dan yang lebih penting adalah sumberdaya ini telah terlindung secara formal, jadi tidak diklaim,” ujar Bupati Artha.
[pilihan-redaksi2]
Artha juga berharap kekayaan holtikultura itu wajib dilestarikan dan dikembangkan sebagai kekayaan holtikultura asli Jembrana. Selain ketujuh buah tadi,rencananya Pemkab Jembrana kembali akan mensertifikatkan buah lokal Jembrana yakni Jambu Air Budeng.
Artha juga berharap kekayaan holtikultura itu wajib dilestarikan dan dikembangkan sebagai kekayaan holtikultura asli Jembrana. Selain ketujuh buah tadi,rencananya Pemkab Jembrana kembali akan mensertifikatkan buah lokal Jembrana yakni Jambu Air Budeng.
Dikatakan Kadis Pertanian Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, Jambu Budeng sangat potensial dan karakteristik buah yang khas, rasa manis dan daging buahnya yang tebal warna cokelat. Buah ini Cuma hidup dan berkembang di desa Budeng, sehingga dikenal dengan nama Jambu Budeng. Tidak bisa hidup didaerah lain, karena tergantung kontur tanah dan iklim.
“Karena spesifikasinya itu, Jambu Budeng ini sangat layak untuk kita daftarkan ke pihak Kementerian Pertanian,“ ujar Sutama. (bbn/jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 285 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 165 Kali
05
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026