Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Paon Bukan Sekadar Tempat Memasak

Selasa, 16 April 2019, 06:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Paon secara budaya Bali bukan sekadar tempat memasak. Hal ini yang menyebabkan paon tidak sama dengan dapur, walaupun secara fisik bentuknya sama.

[pilihan-redaksi]
"Paon secara fisolofis adalah bagian dari panca raksa yang merupakan lima pembagian wilayah atau karang yang berfungsi sebagai penjaga  kata pemerhati budaya Bali I Made Nurbawa ketika dikonfirmasi di Tabanan pada Senin (15/4) malam.

Menurut Nurbawa, dalam tatanan Asta Bumi letak paon dalam struktur rumah (umah) Bali berada di Barat Daya atau Kelod Kauh yang memiliki fungsi penjaga atau perlindungan yang disebut Durga Raksa. Jika posisi dapur sudah benar maka empat posisi penjaga lainnya bisa ditentukan dalam sebuah pekarangan. Jadi posisi dapur adalah patokan untuk penataan ruang.

[pilihan-redaksi2]
Jika posisi dapur sudah sesuai dengan tatanan Asta Bumi (Panca Raksa), maka posisi yang lain juga mengikuti. Misalnya merajan ada di Timur Laut atau Kaja Kangin yang disebut Sri Raksa, posisi penunggun karang ada di Barat Laut yang disebut Kala Raksa, dengan demikian posisi pintu masuk atau pemesunan akan menyesuaikan termasuk letak pelinggih Siwa Reka ditengah pekarangan sebagai simbul catus pata, kekuatan dewa rambut sedana dan manifestasi tuhan lainnya.

Pria satu putri ini menegaskan secara fisik paon dan dapur terlihat sama. Namun filosofi dan kelengkapan yang ada di dalamnya sangat jelas berbeda. "Secara sekala niskala  Paon bukan sekedar tempat memasak tetapi tempat suci " ujar mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Bali tersebut.

Nurbawa menambakan, memaknai paon bukan sekadar bangunan saja, tetapi juga menyangkut spirit, tata letak, kelengkapan dan fungsinya.  Paon  dalam umah Bali tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian yang terintegrasi dengan bangunan lainnya, semuanya bertujuan untuk menjaga keseimbangan skala dan niskala. [bbn/Mul]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami