Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Base Loloan, Perpaduan Bahasa Bali, Melayu dan Bugis
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Base Loloan merupakan bahasa yang umum digunakan oleh warga Kelurahan Loloan, Kecamatan Negara, Jembrana. Base Loloan atau bahasa Melayu Loloan merupakan hasil perpaduan dari 3 bahasa yakni bahasa Bali, Melayu dan Bugis.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Pemertahanan Identitas Etnik Bugis-Melayu Di Kelurahan Loloan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di MA” yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Sejarah (Widya Winataya), Volume 8, Nomor 2 Tahun 2017. Artikel ditulis oleh Nurus Maulida, Dr. Tuty Maryati, M.Pd, dan Ketut Sedana Arta, S.Pd, M.Pd dari Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Pendidikan Ganesha.
Nurus Maulida dan kawan-kawan menuliskan penggunaan bahasa Bugis dalam bahasa melayu Loloan kini sudah hampir tidak digunakan. Hal ini dikarenakan kebanyakan para pendakwah menggunakan bahasa pengantar yakni bahasa Melayu.
Selain bahasa Melayu, banyak kata serapan bahasa Bali yang digunakan, melihat bahwa sebelum perkembangan Islam di Jembrana banyak masyarakat Jembrana yang masih memeluk agama Hindu. Guna mempermudah percakapan sehari-hari dengan masyarakat Hindu, digunakan pula bahasa Bali yang dipadupadankan dengan bahasa Melayu.
[pilihan-redaksi]
Bahasa Melayu Loloan tetap digunakan hingga sekarang sebagai bahasa sehari-hari masyarakat Loloan, Base Loloan ini juga tersebar tidak hanya di Loloan saja namun hampir di seluruh desa di Kabupaten Jembrana dan lain sebagainya.
Kelurahan Loloan, Kabupaten Jembrana merupakan pemukiman Islam yang telah ada di Pulau Bali sejak lama. Wilayah ini sejak lama juga menjadi tujuan migrasi orang-orang pelarian suku Mandar maupun Bugis.
Berbagai etnis hidup dan berkembang di Loloan ini, meskipun mayoritas penduduknya beragama Hindu. Masing-masing etnis tersebut membawa ciri khas daerahnya yang nantinya berbaur menjadi suatu identitas tersendiri bagi masyarakat keturunan Bugis-Melayu ini.[bbn/ Widya Winataya/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan