Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 28 September 2026
Dekranasda Bali Perjuangkan Tenun Ikat Asli Lokal Mampu Bersaing di Pasaran
Senin, 24 Juni 2019,
18:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Berbagai hasil karya kerajinan kain tenun ikat khas yang unik dari beberapa daerah di Bali terancam punah akibat membanjirnya hasil produk tenun bordir pabrikan di pasaran yang secara persaingan harga sangat lebih murah. Salah satunya dialami oleh produk tenun asli khas Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng.
[pilihan-redaksi]
Melihat fenomena tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster melakukan berbagai upaya agar tenun ikat asli lokal tidak mengalami kepunahan. Salahnya dengan cara mengajak masyarakat agar menggunakan produk tenun asli daerah.
Melihat fenomena tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster melakukan berbagai upaya agar tenun ikat asli lokal tidak mengalami kepunahan. Salahnya dengan cara mengajak masyarakat agar menggunakan produk tenun asli daerah.
Pihaknya pula turun langsung menjumpai pengerajin tenun ikat lokal agar mereka terus menjaga serta melestarikan tenun ikat warisan para leluhur tersebut.
“Mari semeton pengrajin tenun, jangan pernah meninggalkan warisan leluhur kita ini. Karena kalau sudah punah tenun ikat kita, maka untuk merekontruksinya akan sengat berat dan membutuhkan waktu yang lama,” terang Ny. Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis Diversifikasi dan Peningkatan Kualitas Tenun Ikat di Desa Sembiran, Buleleng pada Senin (24/6).
Kekhawatiran akan kepunahan itu dinilai Ny. Putri Koster akibat regenerasi para penenun selama ini masih belum banyak. Di sisi lain, produk tenun bordiran berharga murah membanjiri pasaran yang secara perlahan akan mematikan penghidupan para pengerajin tenun asli.
"Apalagi masyarakat sekarang lebih memilih yang harganya murah, kalau hasil tenun asli harganya sangat mahal seperti songket. Namun produk bordir pabrik diproduksi dengan mesin, sehingga bisa diproduksi secara cepat dan massal. Jika dibiarkan terus, tentu seiring waktu akan membuat tenun warisan leluhur akan punah," jelasnya.
Merespon permasalahan tersebut, menurut istri Gubernur Wayan Koster ini, Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Melalui Pergub ini, diharapkan masyarakat akan mencintai produk dalam negeri dan menggunakan produk hasil produksi daerahnya sendiri.
"Pemprov Bali sangat serius menyikapi permasalah ini, kita ingin melindungi dan melestarikan warisan leluhur. Dengan diberlakukannya Pergub ini, diharapkan para pelaku industri kerajinan Bali dapat menerima manfaatnya secara maksimal. Untuk itu, saya minta para peserta yang mengikuti Bimtek ini agar serius sehingga bisa memenuhi keinginan pasar," harapnya semabari mengingatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan bahwa kegiatan bimtek ini diselenggarakan oleh Pemprov Bali melalui Disdagperin untuk meningkatkan kualitas para pengerajin tenun ikat di Bali.
[pilihan-redaksi2]
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan edukasi yang lebih mendalam kepada masyarakat khususnya para pengrajin terkait pakem yang ada dalam tenun ikat termasuk soal kualitas bahan baku, kualiatas pewarnaan dan bagaimana cara promosi agar kain tenun asli bisa diserap oleh pasar.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan edukasi yang lebih mendalam kepada masyarakat khususnya para pengrajin terkait pakem yang ada dalam tenun ikat termasuk soal kualitas bahan baku, kualiatas pewarnaan dan bagaimana cara promosi agar kain tenun asli bisa diserap oleh pasar.
Putu Astawa berharap dengan bimtek yang akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 24-28 Juni yang menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tenun ikat khas Desa Sembiran hingga dapat dikenal pasar.
“Hal ini juga kami lakukan sebagai upaya dalam mendorong ekonomi masyarakat dan meningkatkan UMK di Bali, serta memunculkan generasi baru yang tertarik untuk mendalami usaha tenun ikat," ujarnya. (bbn/humasbali/rob)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8504 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5848 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3667 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2496 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026