Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
I Wayan Pengsong Perupa Asal Bali dengan Arsitektur Lombok
Senin, 1 Juli 2019,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Penghargaan terhadap pembuat karya sering dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Dari skala kecil hingga penghargaan nasional. Sayangnya di Nusa Tenggara Barat khususnya pulau Lombok tak banyak terdengar tentang bagaimana seseorang, sekelompok, atau instansi tertentu memberikan penghargaan khusus pada bidang seni.
[pilihan-redaksi]
Untuk itu, komunitas gerakan gerilya kesenian Rumah Kucing Montong (eRKaeM) menggelar eRKaeM Award 2019 Trubute to Pengsong. Berlangsung di Rumah Kucing Montong Kedaton, Maninting, Lombok Barat, Minggu (30/6), eRKaem memilih I Wayan Pengsong, seorang perupa sebagai seniman yang dianugrahi penghargaan eRKaeM Award 2019.
Untuk itu, komunitas gerakan gerilya kesenian Rumah Kucing Montong (eRKaeM) menggelar eRKaeM Award 2019 Trubute to Pengsong. Berlangsung di Rumah Kucing Montong Kedaton, Maninting, Lombok Barat, Minggu (30/6), eRKaem memilih I Wayan Pengsong, seorang perupa sebagai seniman yang dianugrahi penghargaan eRKaeM Award 2019.
I Wayan Pengsong yang lahir 15 Desember 1943 ialah pelukis asal Bali yang tinggal di Lombok. Kecintaannya pada bumi Lombok itulah yang membuat karya-karya lukisnya memiliki hubungan erat dengan arsitektur Lombok yang unik.

[pilihan-redaksi2]
I Wayan Pengsong lebih dikenal sebagai seniman impresionis dekoratif. Beberapa karyanya menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia sekaligus menjadi koleksi negara. Diantaranya lukisan cat minyak pada kanvas berjudul Panen, 80 ×100 sentimeter, 1991. Dan Pasar di Tepi Pantai, 103 ×135 sentimeter, 1983. I Wayan Pengsong meninggal pada Kamis, 11 Agustus 2016.
I Wayan Pengsong lebih dikenal sebagai seniman impresionis dekoratif. Beberapa karyanya menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia sekaligus menjadi koleksi negara. Diantaranya lukisan cat minyak pada kanvas berjudul Panen, 80 ×100 sentimeter, 1991. Dan Pasar di Tepi Pantai, 103 ×135 sentimeter, 1983. I Wayan Pengsong meninggal pada Kamis, 11 Agustus 2016.
Program eRKaem Award 2019 Tribute to Pengsong dengan rangkaian kegiatan diantaranya pameran seni rupa, pentas musik, pembacaan puisi, pentas teater monolog, pemutaran video dokumenter, diskusi. Hingga acara puncak yaitu pemberian penghargaan kepada pihak keluarga dar I Wayan Pengsong. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2948 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026