Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali

Minggu, 13 September 2026, 17:07 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah mendorong penguatan konsep “pariwisata toleransi” sebagai salah satu kekuatan Bali di tengah masyarakat yang semakin heterogen.

Menurut De Gadjah, keberagaman masyarakat Bali merupakan realitas yang harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan, bukan sumber perbedaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu membangun komunikasi, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga suasana Bali tetap aman, nyaman, serta kondusif.

Hal tersebut disampaikan De Gadjah yang juga Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik bertema “Bali di Persimpangan Sosial dan Budaya” yang digelar Pemuda Nahdliyyin Indonesia (PNI) Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu (12/9/2026).

De Gadjah menilai tantangan Bali ke depan bukan hanya bagaimana menjaga pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, tetapi juga memastikan keterbukaan Bali tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan kehidupan sosial masyarakat.

“Tantangannya adalah bagaimana keterbukaan membawa manfaat tanpa membuat Bali kehilangan tata budayanya. Bali terbuka dengan siapa saja. Tetapi pada saat yang sama, kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga Bali dan membangun kesejahteraan bersama,” ujar De Gadjah.

Ia menekankan bahwa toleransi di Bali sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Nilai tersebut telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari melalui interaksi antarsuku, agama, dan latar belakang yang berbeda.

De Gadjah pun mengenang masa kecilnya yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang beragam. Menurutnya, pengalaman hidup bersama dalam keberagaman tersebut menjadi modal penting bagi Bali untuk terus memperkuat kerukunan.

Bersama sejumlah tokoh lintas agama, baik Hindu, Islam, Kristen, Buddha, maupun Konghucu, De Gadjah mendorong agar Bali tidak hanya dikenal sebagai tujuan sport tourism dan wisata budaya, tetapi juga sebagai daerah yang menunjukkan kepada dunia bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan secara damai.

“Kami sepakat bagaimana membuat cita-cita bersama agar Bali ini bukan hanya dikenal karena sport tourism atau budaya, tetapi juga karena pariwisata toleransi. Bali harus menjadi tempat di mana orang datang bukan hanya untuk menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga merasakan keramahan, persaudaraan, dan toleransi,” ungkapnya.

Dalam konteks kehidupan sosial, De Gadjah juga mengajak masyarakat menggunakan istilah yang lebih menyejukkan, seperti “Warga Bali” dan “Warga Perantau”, bukan untuk membedakan atau mengkotak-kotakkan masyarakat berdasarkan agama maupun suku.

Menurutnya, yang terpenting adalah membangun rasa memiliki terhadap Bali berdasarkan kehidupan bersama, domisili, kepatuhan terhadap aturan, serta kesediaan untuk ikut menjaga keamanan, lingkungan, budaya, dan keharmonisan masyarakat.

“Jangan kita melihat orang dari agamanya, sukunya, atau dari mana asalnya. Yang penting adalah bagaimana kita hidup bersama, menghormati aturan, menghormati budaya Bali, dan memberikan manfaat bagi lingkungan di mana kita tinggal,” katanya.

De Gadjah juga menyoroti dinamika di media sosial yang menurutnya perlu disikapi secara bijaksana. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi atau narasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih jika berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan yang muncul sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi, mediasi, serta penggunaan data dan fakta yang akurat.

“Kita redam semua suhu permasalahan agar tetap damai dan baik. Jangan asal copy, repost, atau membuat narasi yang mengadu domba sehingga menimbulkan kericuhan. Tetapi bagaimana di tengah api kita bisa menjadi air, di tengah panas kita menjadi penyejuk, dan di tengah kehausan kita menjadi pelepas dahaga. Nah, itulah yang harus kita lakukan bersama,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pertumbuhan ekonomi Bali, khususnya sektor akomodasi serta makanan dan minuman yang menurutnya menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat lokal, warga perantau, pelaku usaha, dan wisatawan.
Karena itu, De Gadjah mengajak seluruh elemen masyarakat melihat pembangunan Bali sebagai kepentingan bersama.

“Pada permasalahan yang besar kita kecilkan, masalah yang kecil kita hilangkan. Kita hidup bukan sekadar untuk viral, tetapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

De Gadjah kemudian mengajak seluruh masyarakat mengedepankan prinsip “menang bersama” dalam membangun Bali. Menurutnya, pembangunan ekonomi, investasi, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat tidak harus dipertentangkan, tetapi dapat berjalan beriringan.

“Budaya harus terus kita jaga. Tetapi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan investasi juga harus tetap bertumbuh untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali,” katanya.

Ia menegaskan, Bali terbuka terhadap investasi dan perkembangan zaman, dengan catatan setiap pembangunan harus menghormati lingkungan, masyarakat, serta karakter dan tata kehidupan Bali.

“Kita harus terbuka, tetapi dengan syarat investasinya ramah lingkungan, ramah masyarakat, dan sesuai dengan keadaan Bali. Karena pada akhirnya, yang kita inginkan sederhana: Bali tetap lestari, masyarakatnya sejahtera, dan siapa pun yang datang ke Bali bisa merasa aman, nyaman, dan diterima,” pungkasnya.

Selain De Gadjah, diskusi publik ini juga menghadirkan narasumber dari Dr Iman Sukri M.Hum, selaku Wakil Ketua Baleg DPR RI dan Ketua DPW PKB Bali serta Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik sebagai Anggota DPD RI provinsi Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Gerindra Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami