Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Desa Adat Megati Kelod Gelar Pecaruan Manca Sanak Pasca Penemuan Mayat Dalam Kardus
Jumat, 5 Juli 2019,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Pasca penemuan mayat dalam kardus di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur,Desa Pakraman Megati Kelod gelar pecaruan Manca Sanak di lokasi kejadian pada Kamis (4/7).
[pilihan-redaksi]
Bendesa Pakraman Megati Kelod, I Gusti Ngurah Aryawan mengatakan, sesuai petunjuk pengelingsir dan sulinggih pasca penemuan mayat, disarankan melakukan upacara pecaruan. Upaca pecaruan yang digelar adalah manca sanak.
Bendesa Pakraman Megati Kelod, I Gusti Ngurah Aryawan mengatakan, sesuai petunjuk pengelingsir dan sulinggih pasca penemuan mayat, disarankan melakukan upacara pecaruan. Upaca pecaruan yang digelar adalah manca sanak.
"Kami gelar pecaruan di dua tempat, satu di lokasi kejadian dan dicatus pata (perempatan) Desa Pakraman Megati Kelod," ungkapnya.
Dikatakan rentetan upacara sebelum dilakukan pecaruan, dilakukan upacara 'nebusin'. Upacara 'nebusin' berfungsi untuk mengembalikan roh dari mayat tersebut supaya kembali ke tempat semestinya. Barulah dilakukan upacara pecaruan manca sanak yang dipimpin pemangku.
"Tujuan dari upacara mecaru untuk menghilang leteh (kotor) di sekitaran lokasi serta menetralisir hal-hal negatif pasca penemuan mayat," tegasnya.
Digelarnya upacara ritual caru tersebut diharapkan suasana kembali normal. Bahkan pihaknya siap membantu polisi yang berkaitan dengan penyelidikan.
[pilihan-redaksi2]
"Kami harapkan pihak polisi segera bisa menangani kasus ini dan siap membantu apabila diperlukan," tandasnya.
"Kami harapkan pihak polisi segera bisa menangani kasus ini dan siap membantu apabila diperlukan," tandasnya.
Seperti diketahui, pada Minggu, (30/6) warga geger karena ditemukan mayat dalam kardus di tegalan Banjar Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur sekitar pukul 15.00 Wita. Mayat ditemukan pertama kali oleh Nyoman Sudiastawa saat hendak menyabit karena timbulkan bau busuk.
Sudiastawa sempat mengorek dengan kayu kardus yang menimbulkan bau busuk itu. Betapa terkejutnya saat dikorek dia melihat lutut manusia. Dengan kondisi kaki gemetar temuan ini dilaporkan ke Ketut Surayana lalu di laporkan ke Kelian Adat dan baru kemudian dilaporkan ke polisi. Mayat tersebut saat ini sudah dibawa ke RSUP Sanglah untuk dilakukan autopsi guna penyelidikan lebih lanjut. (bbn/tab/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026