Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Kasus Anjing Rabies Gigit Warga Terjadi di 4 Kabupaten di Bali
Kamis, 29 Agustus 2019,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kasus anjing rabies menggigit warga terjadi di empat kabupaten di Bali, yakni Badung, Klungkung, Bangli, dan Karangasem.
[pilihan-redaksi]
Berdasarkan data laporan sementara hasil pengujian sampel FAT Rabies BBVET Denpasar, kasus pertama terjadi banjar Sawangan Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung. Diketahui anjing menggigit 2 orang pada tanggal 26 Agustus 2019 saat korban melerai anjing yang bertengkar.
Berdasarkan data laporan sementara hasil pengujian sampel FAT Rabies BBVET Denpasar, kasus pertama terjadi banjar Sawangan Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung. Diketahui anjing menggigit 2 orang pada tanggal 26 Agustus 2019 saat korban melerai anjing yang bertengkar.
Kedua, kasus anjing rabies terjadi di Banjar Sengguan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Dimana anjing jantan menggigit 1 orang pada tanggal 25 Agustus 2019. Ketiga, kasus terjadi di Bias Kelod, Desa Abang Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Dimana anjing betina menggigit 1 orang pada tanggal 25 Agustus 2019.
Keempat, kasus terjadi di Banjar Kanginan, Desa Pasedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Dalam kasus ini kucing betina menggigit 1 orang pada tanggal 25 Agustus 2019.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana menjelaskan kejadian kasus rabies ini bukanlah dianggap merata karena cukup kasuistis. Seperti contoh kasus di Sawangan, Badung, anjing menggigit pemiliknya sendiri karena sebelumnya terjadi kontak dengan anjing liar di sekitar.
[pilihan-redaksi2]
"Daerah itu banyak anjing liar di sekitar hutan, Karena tidak dapat ditangkap dan divaksin, maka upayanya adalah dengan eliminasi secara selektif dan targetif," tegasnya, Kamis (29/8/2019).
"Daerah itu banyak anjing liar di sekitar hutan, Karena tidak dapat ditangkap dan divaksin, maka upayanya adalah dengan eliminasi secara selektif dan targetif," tegasnya, Kamis (29/8/2019).
Pihaknya hari ini, Kamis (28/8/2019) berencana akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Badung dan Kepala Desa Kuta Selatan untuk penanganan lebih lanjut. Selama ini, kata dia, diakui ada kendala di lapangan dalam melakukan vaksin. Yakni dari mulai kesulitan untuk menangkap hewan dan keberadaan pemilik pada saat kunjungan yang tidak ada.
Ia juga mengimbau para pemilik anjing atau hewan peliharaan agar tidak membuang dan tidak melepasliarkan anjing sehingga bisa berpotensi terinfeksi virus rabies. (bbn/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1227 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 957 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 788 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 719 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026