Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 14 Agustus 2026
Kasus Anjing Rabies Gigit Warga Terjadi di 4 Kabupaten di Bali
Kamis, 29 Agustus 2019,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kasus anjing rabies menggigit warga terjadi di empat kabupaten di Bali, yakni Badung, Klungkung, Bangli, dan Karangasem.
[pilihan-redaksi]
Berdasarkan data laporan sementara hasil pengujian sampel FAT Rabies BBVET Denpasar, kasus pertama terjadi banjar Sawangan Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung. Diketahui anjing menggigit 2 orang pada tanggal 26 Agustus 2019 saat korban melerai anjing yang bertengkar.
Berdasarkan data laporan sementara hasil pengujian sampel FAT Rabies BBVET Denpasar, kasus pertama terjadi banjar Sawangan Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung. Diketahui anjing menggigit 2 orang pada tanggal 26 Agustus 2019 saat korban melerai anjing yang bertengkar.
Kedua, kasus anjing rabies terjadi di Banjar Sengguan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Dimana anjing jantan menggigit 1 orang pada tanggal 25 Agustus 2019. Ketiga, kasus terjadi di Bias Kelod, Desa Abang Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Dimana anjing betina menggigit 1 orang pada tanggal 25 Agustus 2019.
Keempat, kasus terjadi di Banjar Kanginan, Desa Pasedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Dalam kasus ini kucing betina menggigit 1 orang pada tanggal 25 Agustus 2019.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana menjelaskan kejadian kasus rabies ini bukanlah dianggap merata karena cukup kasuistis. Seperti contoh kasus di Sawangan, Badung, anjing menggigit pemiliknya sendiri karena sebelumnya terjadi kontak dengan anjing liar di sekitar.
[pilihan-redaksi2]
"Daerah itu banyak anjing liar di sekitar hutan, Karena tidak dapat ditangkap dan divaksin, maka upayanya adalah dengan eliminasi secara selektif dan targetif," tegasnya, Kamis (29/8/2019).
"Daerah itu banyak anjing liar di sekitar hutan, Karena tidak dapat ditangkap dan divaksin, maka upayanya adalah dengan eliminasi secara selektif dan targetif," tegasnya, Kamis (29/8/2019).
Pihaknya hari ini, Kamis (28/8/2019) berencana akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Badung dan Kepala Desa Kuta Selatan untuk penanganan lebih lanjut. Selama ini, kata dia, diakui ada kendala di lapangan dalam melakukan vaksin. Yakni dari mulai kesulitan untuk menangkap hewan dan keberadaan pemilik pada saat kunjungan yang tidak ada.
Ia juga mengimbau para pemilik anjing atau hewan peliharaan agar tidak membuang dan tidak melepasliarkan anjing sehingga bisa berpotensi terinfeksi virus rabies. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026