Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Makna Ritual Siat Sampian di Desa Adat Geriana Kangin
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sementara itu terkait dengan ritual Siat Sampian ini, menurut Bendesa Adat Geriana Kangin, I Ketut Yasa. Ritual ini dilaksanakan pada upacara Perejangan Sipungkur atau tahapan terakhir dari Aci Usaba Goreng yang telah berlangsung sejak tanggal 6 Oktober 2019 lalu.
[pilihan-redaksi]
Rangkaian awal Aci Usaba Goreng, diawali dengan Upacara Pengambuhan, setelah itu dilanjutkan dengan Upacara Pebantenan kemudian Pemeosan Sidumun dan Perejangan Sidumun. Begitu juga untuk tahapan selanjutnya hingga sampai dengan tahapan terakhir yaitu Perejangan Sipungkur pada hari ini, Senin (14/10/2019).
Untuk ritual Siat Sampian, dijelaskan Ketut Yasa bahwa memiliki maknanya tersendiri baik dari sisi sekala mupun niskala. Dari sisi Niskala ritual Metigtig ini bisa dimaknai sebagai simbol ngayab untuk semua sarana Banten yang telah dihaturkan apabila ada yang kurang dalam sarana Banten selama piodalan berlangsung maka dilengkapi lewat ritual Metigtig ini.
Selain itu, ritual ini juga memiliki makna nyomia atau menetrarisir kekuatan negatif sehingga seluruh rangkaian ritual bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Sementara dari sisi Sekalanya, ritual ini dimaknai sebagai ungkapan rasa suka cita karena selama proses dilangsungkannya upacara Aci Usaba Goreng tidak ada hambatan yang berarti dan sudah berjalan dengan baik dan lancar sejak awal tahapannya.
"Ritual Siat Sampian ini, hanya bisa diikuti oleh Jero Desa Pemucu yang berjumlah sebanyak 28 orang," kata Bendesa Ketut Yasa didampingi Jero Mangku Gede Nuragia dan Jero Mangku Diatmika.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 561 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 431 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan