Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Wisata Edukasi: 12 Pelajar Australia Belajar Batik Tulis di Galuh, Batubulan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ketertarikan wisatawan mancanegara akan batik membuat mereka datang untuk mengetahui dan mempelajarinya. Seperti terlihat di kunjungan 12 pelajar Australia ke Galuh Batik, Tenun dan Oleh-Oleh di Batubulan, Gianyar pada Senin (14/10/2019).
Didampingi guru dan pengajar, Siswa-siswi dari sekolah Femy Grove State High School datang pukul 14.30 WITA dan terlihat begitu antusias mengikuti pelajaran membuat batik tulis.

"Mereka semua puas sampai pengajarnya karena kami menjelaskan langsung praktek dan mereka membawa pulang hasil batiknya yang juga dinilai gurunya," ungkap pemilik dan pengelola Galuh Batik, Tenun dan Oleh-Oleh, Pande Nyoman Sutrisna.
Tidak hanya dikunjungi wisatawan mancanegara, Galuh Batik, Tenun dan Oleh-Oleh juga diminati wisatawan domestik baik untuk berbelanja suvenir ataupun edukasi membuat batik. "Sekarang bulan-bulan murid dari luar Bali study wisata makanya agak padat," ujarnya.
Untuk memulai kegiatan edukasi atau workshop batik, sebelumnya, Pande menjelaskan pertama peserta kunjungan harus memesan jadwal berkunjung. Dalam kegiatan tersebut nantinya akan dijelaskan teknis pembuatan batik tulis yang terbilang agak rumit.
Adapun beberapa urutanya mulai dari desain yang akan disketsa motif dengan pensil, lalu dilanjutkan dengan torehan lilin panas pada motif hingga finishing warna.
"Tapi kita biasanya dalam bentuk ukuran kecil karena sifanya untuk edukasi," imbuhnya.
Selain wisata belanja yang terkenal dengan ikon batiknya, Galuh Batik, Tenun dan Oleh-Oleh mempunyai wisata edukasi dari murid Sekolah menengah, perguruan tinggi sampai instansi.
Selain itu, Galuh yang beralamat jalan Raya Batu Bulan, Tegehe, Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar ini juga menawarkan rumah adat bali yang bisa langsung dilihat pengunjung.
"Kita punya tata rias dan busana adat bali, kita juga punya kunjungan membatik dan pembuatan pie susu," sebutnya.

Galuh berdiri sekitar tahun 1970-an oleh pemilik Pande Ketut Krisna yang merupakan seniman Bali dan salah satu penemu batik bali, baju barong.
Saat ini Galuh dikelola oleh putranya, Pande Yudi Sutrisna,SE. Kendati sudah banyak pusat belanja oleh-oleh Bali, Pande optimistis Galuh masih tetap eksis dengan ikon yang dimiliki.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun