Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Polisi Gagalkan Pengiriman Detonator dan Bahan Peledak ke Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kasat Polairud Polres Banyuwangi AKP Subandi mengungkapkan pihaknya menggagalkan pengiriman bahan peledak yang akan dikirim ke Pulau Bali dan Banyuwangi. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan pelaku saat menyergapnya di kawasan Hutan Baluran, Banyuwangi.
Bahan peledak tersebut berupa 100 detonator beserta 5 sak Potasium Chlorat atau serbuk bahan peledak dengan total berat 25 kilogram.
Penangkapan dilakukan di kawasan hutan Baluran di jalan Raya Situbondo-Banyuwangi Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, Kamis (14/11/2019).
Di sini, aparat kepolisian menghentikan mobil Toyota Fortuner warna putih bernopol N 1892 RQ yang dikendarai Ahmad Fauzi (42) warga Kampung Kenanga RT 02 RW 04 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo.
“Saat digeledah, kami mengamankan sejumlah barang bukti di dalam mobil yang di kemudikan pelaku. Yakni 100 batang detonator siap ledak yang disimpan di dashboard mobil dan 5 sak Potasium Chlorat seberat 25 kilogram di bagasi belakang,” ujar AKP Subandi kepada wartawan, Kamis (14/11/2019) dilansir dari Senayanpost.com.
Sebelumnya, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya pengiriman bahan peledak ke wilayah Banyuwangi dan Pulau Bali. Lalu dilakukan penyelidikan hingga berhasil menemukan lokasi mobil yang dikemudikan tersangka.
Subandi menjelaskan polisi pun membuntuti dan sengaja dilakukan penangkapan di area hutan Baluran guna mengantisipasi apabila detonator tersebut meledak sehingga jauh dari pemukiman penduduk.
“Di wilayah hutan lebih aman jika diserap dibandingkan di dekat pemukiman penduduk,” tandas Subandi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun