Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Kapolres Prihatin Marak Kasus Bunuh Diri di Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengaku sangat khawatir maraknya aksi bunuh diri di wilayah Badung. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir, tercatat 1 wisatawan asing asal India dan 3 penduduk lokal meregang nyawa dengan cara yang tidak wajar.
AKBP Roby menjelaskan, maraknya aksi bunuh diri ini baru diketahui setelah menerima laporan dari anak buahnya. Aksi bunuh diri atau ulah patih ini tidak hanya dilakukan penduduk lokal saja, tapi ada juga wisatawan asing.
"Awal bertugas, saya sudah monitor banyak sekali terjadi bunuh diri. Ada wisatawan asing yang sedang berlibur bahkan penduduk lokal. Kami percaya bunuh diri itu karena adanya gangguan pribadi dan mental," ujar mantan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Bali itu kemarin.
Dari data yang diperolehnya, baru-baru ini ada satu turis asal India ditemukan bunuh diri dan juga 3 penduduk lokal. Rata-rata persoalan bunuh diri ini akibat masalah keluarga dan hutang piutang yang notabene sudah bukan rahasia umum lagi.
"Ya itu, motifnya rata-rata masalah keluarga dan hutang piutang," ujarnya.
Guna mengantipasi hal tersebut, AKBP Roby pun memerintahkan anak buahnya untuk menyentuh banjar-banjar di wilayah Badung untuk memberikan bimbingan, pengawasan ataupun pencegahan dini terkait kasus bunuh diri.
"Jadi nanti kami akan membuat semacam klinik berjalan ke banjar-banjar untuk memberikan pengertian, mencegah dan mengawasi agar tidak ada lagi kasus bunuh diri. Intinya kami akan merubah prilaku orang yang ingin bunuh diri untuk menjadi lebih baik," tuturnya.
Kedepannya, kata AKBP Roby, pihaknya akan memberdayakan anggota Bhabinkamtibmas di wilayah Badung untuk memonitoring banjar-banjar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.
Kerjasama ini bertujuan untuk melakukan konseling kepada warga dan turis asing yang ingin berkeluh kesah terkait permasalahan hidupnya. "Kami akan berikan kesempatan itu kepada warga atau turis yang pikirannya mumet atau ada masalah," terang perwira melati dua dipundak ini.
AKBP Roby mengakui orang yang mengalami depresi sudah bisa kelihatan. Namun terkadang, orang depresi itu cenderung menutup diri dan enggan menceritakan permasalahannya kepada orang lain.
"Orang depresi itu keliatan. Kita aja yang tidak peka. Nah, upaya kepekaan itu yang harus kita lakukan. Kami akan coba membantu mengantisipasinya," tegasnya.
Lantas kapan ini terlaksana ? Perwira asal Jakarta ini menyebutkan, terobosan klinik berjalan ini diharapkan di mulai tahun 2020 mendatang dan pihaknya segera mengajukan anggaran.
"Ya, targetnya tahun 2020, kami ajukan anggaran dulu," sebutnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1146 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 900 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 725 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik