Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Kapolres Prihatin Marak Kasus Bunuh Diri di Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengaku sangat khawatir maraknya aksi bunuh diri di wilayah Badung. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir, tercatat 1 wisatawan asing asal India dan 3 penduduk lokal meregang nyawa dengan cara yang tidak wajar.
AKBP Roby menjelaskan, maraknya aksi bunuh diri ini baru diketahui setelah menerima laporan dari anak buahnya. Aksi bunuh diri atau ulah patih ini tidak hanya dilakukan penduduk lokal saja, tapi ada juga wisatawan asing.
"Awal bertugas, saya sudah monitor banyak sekali terjadi bunuh diri. Ada wisatawan asing yang sedang berlibur bahkan penduduk lokal. Kami percaya bunuh diri itu karena adanya gangguan pribadi dan mental," ujar mantan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Bali itu kemarin.
Dari data yang diperolehnya, baru-baru ini ada satu turis asal India ditemukan bunuh diri dan juga 3 penduduk lokal. Rata-rata persoalan bunuh diri ini akibat masalah keluarga dan hutang piutang yang notabene sudah bukan rahasia umum lagi.
"Ya itu, motifnya rata-rata masalah keluarga dan hutang piutang," ujarnya.
Guna mengantipasi hal tersebut, AKBP Roby pun memerintahkan anak buahnya untuk menyentuh banjar-banjar di wilayah Badung untuk memberikan bimbingan, pengawasan ataupun pencegahan dini terkait kasus bunuh diri.
"Jadi nanti kami akan membuat semacam klinik berjalan ke banjar-banjar untuk memberikan pengertian, mencegah dan mengawasi agar tidak ada lagi kasus bunuh diri. Intinya kami akan merubah prilaku orang yang ingin bunuh diri untuk menjadi lebih baik," tuturnya.
Kedepannya, kata AKBP Roby, pihaknya akan memberdayakan anggota Bhabinkamtibmas di wilayah Badung untuk memonitoring banjar-banjar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.
Kerjasama ini bertujuan untuk melakukan konseling kepada warga dan turis asing yang ingin berkeluh kesah terkait permasalahan hidupnya. "Kami akan berikan kesempatan itu kepada warga atau turis yang pikirannya mumet atau ada masalah," terang perwira melati dua dipundak ini.
AKBP Roby mengakui orang yang mengalami depresi sudah bisa kelihatan. Namun terkadang, orang depresi itu cenderung menutup diri dan enggan menceritakan permasalahannya kepada orang lain.
"Orang depresi itu keliatan. Kita aja yang tidak peka. Nah, upaya kepekaan itu yang harus kita lakukan. Kami akan coba membantu mengantisipasinya," tegasnya.
Lantas kapan ini terlaksana ? Perwira asal Jakarta ini menyebutkan, terobosan klinik berjalan ini diharapkan di mulai tahun 2020 mendatang dan pihaknya segera mengajukan anggaran.
"Ya, targetnya tahun 2020, kami ajukan anggaran dulu," sebutnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 145 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 124 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 98 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 78 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 71 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar