Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Turis Australia Ditangkap Karena Aniaya Sopir Taksi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Anggota Buser Polsek Kuta menahan turis sal Australia, Tore Gerard Vincenzo yang menganiaya sopir taksi Saiful Nurokhim asal Banyuwangi Jawa Timur. Tidak hanya memukul, tersangka yang baru pulang dari dugem itu merampas dan membanting handphone korban hingga hancur.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prawaba, kasus penganiayaan ini terjadi di seberang Lexy Bali Bar di Jalan Legian Kelod Kuta, Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 14.15 Wita.
Korban Saiful Nurokhim sedang mengobrol bersama sopir lainnya. Sedangkan tersangka Tore yang menginap di Vila Puri Bagus No. 5 Legian Kuta bersama teman wanitanya berjalan kaki sambil marah-marah.
Setelah mendekati korban, Tore langsung menyunduk korban dengan kepalanya. Setelah korban jatuh dengan mulut berdarah-darah, tersangka Tore merampas handphone korban lalu kabur.
Iptu Ika menjelaskan, korban berusaha mengejar pelaku yang merampas handphonenya. Namun bukannya mengembalikan handphone milik korban, pelaku malah memukul mulut dan mata korban sehingga pelapor terjatuh ke trotoar. Korban dipukul dan handphonenya dibawa kabur," ujarnya.
Dari hasil rekaman CCTV di TKP, pemukulan terhadap korban juga dilakukan teman wanita tersangka. Setelah puas menganiaya korban, pelaku membanting HP milik korban hingga rusak. "Rekan korban yang melihat kejadian itu berusaha melerai. Namun pelaku juga memukul rekan korban tersebut pada pelipis kirinya," terangnya.
Usai menghajar korban, tersangka dan teman wanitanya kabur. Sementara korban melaporkan kejadian ke Polsek Kuta. Korban mengalami lebam dan luka berdarah di bagian mukur dan juga kantong mata sebelah kiri. Dia juga mengalami kerugian Rp.2 juta akibat HP miliknya dirusak pelaku.
Setelah kasusnya dilaporkan, tersangka Tore dan teman wanitanya diringkus di lantai III Indomaret sebelah selatan LXXY. Mirisnya, setelah interogasi tersangka tidak mengakui perbuatanya.
Meski demikian ia tetap ditahan dalam kasus penganiayaan.
"Tersangka mengaku menyerang korban karena mengira salah seorang yang berada di Bounty Night Club. Apalagi saat itu handphone tersangka hilang," ujarnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3862 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang