Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Soal "Lockdown" Bali, Koster: Tunggu Arahan Presiden
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan hingga kini belum mempunyai rencana untuk melakukan upaya "lockdown" atau menutup wilayah Bali untuk mencegah wabah covid-19 atau virus corona. Kebijakan lockdown Bali, kata Koster, masih menunggu arahan Presiden Jokowi.
"Menutup bandara dan pelabuhan di Bali itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Lockdown (Bali) masih menunggu arahan presiden (Jokowi)," kata Koster Sabtu (28/3/2020), dalam wawancara siaran langsung di TVRI.
Menurut Koster, meski tidak menerapkan kebijakan lockdown atau menutup wilayah Bali, namun Pemerintah Propinsi Bali telah mengeluarkan himbauan soal pembatasan warga keluar rumah atau mengikuti kegiatan yang diikuti banyak orang.
"Meski belum melakukan lockdown, tapi kami sudah membatasi warga untuk keluar rumah, kecuali untuk kepentingan mendesak atau khusus, dilarang mengunjungi keramaian, pusat hiburan, serta menunda rencana ke Bali atau keluar Bali, agar kita bisa kendalikan sehingga risiko penyebaran covid-19 bisa kita kelola dengan baik,"ujar Koster.
Pemprov Bali, jelas Koster, juga mengimbau semua kegiatan adat dan agama maksimum diikuti 25 orang.
"Jika lebih (dari 25 orang) kita sudah tugaskan desa adat untuk membatasi atau melarang,"ujarnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2014 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1064 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun