Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Sekda Buleleng: Hasil Rapid Test Positif Belum Tentu Positif Covid-19
BERITABALI.COM, BULELENG.
Setelah menjalankan masa karantina, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 melakukan rapid test terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng.
[pilihan-redaksi]
Dengan demikian Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng yang juga menjabat sebagai Sekda Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd berharap usai melewati langkah-langkah tersebut para PMI agar kembali diterima dengan baik di lingkungan masyarakat.
Hingga saat ini, GTPP Covid-19 Buleleng masih melakukan rapid test masal terhadap para PMI asal Buleleng. Beberapa PMI yang sudah menjalani rapid test dengan hasil negatif sebanyak dua kali, diperbolehkan pulang kembali bersama keluarga.
Namun dari kabar yang beredar, banyak masyarakat yang masih meragukan kesehatan para PMI. Sehingga dalam kesempatan ini kembali ditegaskan bahwa PMI yang sudah melewati masa karantina dengan hasil rapid test dua kali negatif, dapat dijamin bahwa mereka tidak terpapar Covid-19.
“Tetapi kami juga minta untuk para PMI yang sudah diperbolehkan pulang agar tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 di rumah masing-masing, tetap lakukan PHBS dan hindari keramaian,” ujar Sekda Suyasa saat memberikan informasi terkini terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, melalui video conference dengan awak media, Minggu (26/4).
Mengenai hasil rapid test positif terhadap para PMI, Suyasa menambahkan, masih banyak pemahaman yang keliru dari kalangan masyarakat. Hasil rapid test positif, bukan berarti orang tersebut positif Covid-19, karena masih ada penanganan selanjutnya yakni melalui swab test.
Sehingga PMI dengan hasil rapid test positif akan dikarantina sementara di RS Pratama Giri Emas untuk menunggu hasil swabnya. Jika negatif, pasien tersebut dapat kembali ke masyarakat, namun jika hasil swab positif akan diisolasi di RS Pratama Giri Emas untuk penanganan lebih lanjut.
“Kita berharap dengan adanya rapid test ini bisa mengantisipasi, mendeteksi lebih awal potensi penularan Covid-19, serta menyadarkan masyarakat bahwa usai karantina dan dengan hasil rapid test negatif, PMI dapat diterima dengan baik di masyarakat,” imbuhya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang