Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Sekda Buleleng: Hasil Rapid Test Positif Belum Tentu Positif Covid-19
BERITABALI.COM, BULELENG.
Setelah menjalankan masa karantina, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 melakukan rapid test terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng.
[pilihan-redaksi]
Dengan demikian Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng yang juga menjabat sebagai Sekda Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd berharap usai melewati langkah-langkah tersebut para PMI agar kembali diterima dengan baik di lingkungan masyarakat.
Hingga saat ini, GTPP Covid-19 Buleleng masih melakukan rapid test masal terhadap para PMI asal Buleleng. Beberapa PMI yang sudah menjalani rapid test dengan hasil negatif sebanyak dua kali, diperbolehkan pulang kembali bersama keluarga.
Namun dari kabar yang beredar, banyak masyarakat yang masih meragukan kesehatan para PMI. Sehingga dalam kesempatan ini kembali ditegaskan bahwa PMI yang sudah melewati masa karantina dengan hasil rapid test dua kali negatif, dapat dijamin bahwa mereka tidak terpapar Covid-19.
“Tetapi kami juga minta untuk para PMI yang sudah diperbolehkan pulang agar tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 di rumah masing-masing, tetap lakukan PHBS dan hindari keramaian,” ujar Sekda Suyasa saat memberikan informasi terkini terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, melalui video conference dengan awak media, Minggu (26/4).
Mengenai hasil rapid test positif terhadap para PMI, Suyasa menambahkan, masih banyak pemahaman yang keliru dari kalangan masyarakat. Hasil rapid test positif, bukan berarti orang tersebut positif Covid-19, karena masih ada penanganan selanjutnya yakni melalui swab test.
Sehingga PMI dengan hasil rapid test positif akan dikarantina sementara di RS Pratama Giri Emas untuk menunggu hasil swabnya. Jika negatif, pasien tersebut dapat kembali ke masyarakat, namun jika hasil swab positif akan diisolasi di RS Pratama Giri Emas untuk penanganan lebih lanjut.
“Kita berharap dengan adanya rapid test ini bisa mengantisipasi, mendeteksi lebih awal potensi penularan Covid-19, serta menyadarkan masyarakat bahwa usai karantina dan dengan hasil rapid test negatif, PMI dapat diterima dengan baik di masyarakat,” imbuhya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan