Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Wagub Cok Ace Serahkan Bantuan untuk Warga Padang Kerta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bertambahnya kasus positif Covid-19 terjadi di Desa Padang Kerta, Karangasem yang sempat mencapai 9 orang akibat transmisi lokal, membuat Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) prihatin.
[pilihan-redaksi]
Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati juga mengapresiasi kebersamaan dan keeratan warga dalam bersaudara. Beliau berharap agar kondisi yang erat masemeton ini tidak hanya terjadi saat bencana Covid-19 ini terjadi, namun dapat diteruskan ke depannya juga.
"Saya harap hal positif ini terus dibangun di tengah masyarakat, dengan bersatu maka kita akan kuat dan saya minta warga tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat sekaligus meningkatkan kedisiplinan diri. Karena mencegah penularan itu akan sangat sulit dilakukan jika kita tidak menyadari pentingnya disiplin menjaga jarak, memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah," tegas Cok Ace saat mengunjungi dapur umum Desa Padang Kerta, Karangasem, Rabu (6/5).
Wagub Cok Ace yang juga didampingi Ketua DPRD Karangasem Gede Dana, Ketua BPBD Karangasem dan segenap jajaran Satgas setempat mengatakan penyebaran virusnya terutama oleh OTG tetap harus di lakukan kontrol secara berkelanjutan dan terkoordinir, sehingga penularannya dapat dicegah.
Pada kesempatan itu juga Wagub Cok Ace menyerahkan Bantuan logistik, yang diharapkan dapat membantu warga setempat. Dan virus corona ini diharapkan juga akan segera berakhir, tanpa harus ada penambahan kasus yang diakibatkan kurang pedulinya oknum terhadap keselamatan dan kesehatan orang lain baik itu keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.
Sementara itu dilaporkan dari 9 kasus sudah dua yang sembuh. Sementara untuk menghindari penularan lebih banyak lagi, 7 pasien Covid-19 sedang menjalani karantina di hotel candidasa. Desa Padang Kerta yang memiliki jumlah warga 74 KK atau 218 orang ini akhirnya memilih untuk melakukan karantina wilayah selama 14 hari.
Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19 kepada warga sehat lainnya, sehingga interaksi sosial dan interaksi ekonomi sementara waktu dihentikan.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan selama 14 hari, Tim Satgas Gotong Royong berbasis Desa Adat bersama relawan menyiapkan makanan yang di drop ke rumah masing-masing warga, sebanyak 218 bungkus setiap 3 kali sehari.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 839 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 756 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 695 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 390 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 357 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun