Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hasil Rapid Test Negatif, Perlukah Tes Swab Lagi? Ini Kata Kadiskes Karangasem

Kamis, 14 Mei 2020, 16:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Warga Padangkerta Kaler yang telah menjalani masa karantina rumah selama 14 hari kini bisa bernafas lega, pasalnya setelah dilakukan rapid test untuk yang kedua kalinya seluruhnya menunjukkan hasil negatif.


[pilihan-redaksi]
Tentu saja, hal tersebut menjadi kabar baik bagi warga dan tokoh masyarakat setempat dimana dengan negatifnya hasil tes kedua serta 14 hari masa karantina telah terlewati warga bisa beraktivitas seperti biasa namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yakni melaksanakan social dan physical distancing.


Namun di sisi lain justru timbul pertanyaan apakah hasil Rapid tes itu sudah cukup, apakah tidak diperlukan lagi tes swab untuk memastikan seseorang yang menjalani karantina sudah terbebas dari Covid-19. 

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama menjelaskan bahwa masa inkubasi terpanjang SARS-Cov-2 adalah selama 14 hari dimana rata-rata 5 sampai 6 hari sejak kontak dengan orang yang positif Covid-19.


Nah, dengan hasil Rapid tes pertama negatif kemudian setelah 14 hari berikutnya hasil Rapid tes kedua juga negatif, kemudian selama 14 hari karantina tidak ada keluhan dan disiplin mengikuti protokol kesehatan maka kecil kemungkinan terinfeksi.


"Jika semua sudah sesuai protokol, dengan demikian kecil kemungkinan terinfeksi virus sehingga SWAB tidak diperlukan," terang Putra Pertama dikonfirmasi pads Kamis (14/05/2020).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami