Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Peredaran Narkoba di Bali Meningkat 5 Persen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil kajian dan evaluasi jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali (BNNP) dan pihak kepolisian, peredaran narkoba di Bali di masa pandemi covid-19 meningkat 5 persen. Peningkatan itu akibat banyaknya karyawan di PHK dan dirumahkan.
Hal itu disampaikan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa, disela sela rilis, Selasa (23/6/2020). Menurutnya peningkatan peredaran narkoba 5 persen itu berdasarkan hasil kajian dan evaluasi yang dilakukan jajaran BNNP Bali dan pihak kepolisian.
Diakuinya, di masa pandemi covid-19, banyak karyawan yang sudah terkena PHK dan dirumahkan. Sehingga banyak dari mereka yang mengambil keuntungan menjual atau memakai narkoba.
"Naik 5 persen peningkatannya. Karena kalau sudah di rumahkan/PHK ketergantungannya terhadap narkoba makin tinggi. Seperti yang terjadi terhadap mahasiswi di Singaraja ini mereka beli disana," ungkap Brigjen Suastawa.
Dijabarkannya, peningkatan 5 persen kasus narkoba ini merupakan perbandingan dari tahun 2019 hingga 2020. Dimana, sejak Bulan Januari hingga Mei tahun 2019 terjadi 362 kasus. Sedangkan dari Januari hingga Mei tahun 2020 terjadi 382 kasus.
"Dalam pemberantasan narkoba ini kami akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan bekerjasama dengan stakeholder lainnya," tegas Brigjen Suastawa.
Hal senada disampaikan pihak Bea Cukai, Sutikno selaku Kabid P2 kanwil Bea Cukai Bali Nusra yang ikut dalam rilis di BNNP Bali. Menurutnya, Be Cukai sebagai garda terdepan pemberantasan narkoba di wilayah kepabean akan terus melakukan pengawasan dan pencegahan guna mengantisifasi penyelundupan narkoba yang dilakukan wisatawan asing berkedok turis.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak BNNP Bali dan instansi lain untuk mencegah masuknya narkoba lewat bandara," ungkapnya.
Dia pun mengakui ada sejumlah negara pemasok narkoba yang menjadi target operasi. Para pelaku ini merupakan jaringan narkoba international. "Masih sama, seperti segitiga emas asal Pakistan dan Afganistan. Segitiga Miyanmar seperti jaringan narkoba asal Afrika dan Eropa," ungkapnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3835 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1781 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang