Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Mataram Jadi Episentrum Penyebaran Covid-19 di NTB
BERITABALI.COM, NTB.
Angka kasus positif Covid-19 di Kota Mataram terus meningkat dan menjadi satu-satunya wilayah yang menjadi zona merah. Sehingga Kota Mataram kini ditetapkan sebagai episentrum penyebaran Covid-19 di NTB.
[pilihan-redaksi]
Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi mingguan antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang diadakan di Kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, Selasa (7/7) malam.
Wakil Gubernur NTB Dr Hajah Sitti Rohmi Djalilah selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 NTB meminta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi ini, untuk memfokuskan perhatian secara maksimal pada kota Mataram. Pasalnya, hanya Kota Mataram, satu-satunya di NTB masih dalam zona merah.
"Penanganan Covid-19 di Mataram harus lebih aktif dan lebih ekstra, agar bisa keluar dari zona merah," tegas Wagub Rohmi, yang sehari sebelumnya sudah sidak ke tiga pasar tradisional di kota Mataram, yakni Pasar Kebin Roek, Pasar Cemara, dan Pasar Dasan Agung.
Hasil dari sidak tersebut, Wagub Rohmi menemukan masih banyak pelanggaran pada ketentuan protokol kesehatan Covid-19. Serta melihat pedagang serta pembeli masih kurang disiplin, banyak tidak bermasker.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi dalam keterangannya menyampaikan, per 7 Juli 2020, ada 11 orang positif Covid-19 di Kota Mataram, pasien sembuh sebanyak 17 orang dan meninggal sebanyak lima orang. Hal ini menjadikan Kota Mataram sebagai daerah yang tertinggi tingkat penyebaran Covid-19 di NTB.
Reporter: Humas NTB
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3795 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang