Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Penerapan Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penerapan protokol kesehatan harus menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat sehingga penyebaran Covid-19 bisa diputus.
Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Percepatan Penanganan Covid-19, Gede Suyasa menjelaskan sejumlah pihak bisa menjadi agen perubahan prilaku ditengah Pandemi Covid-19. Artinya, kesadaran masing-masing personal harus tinggi hingga semua bisa aman dari penularan.
“Artinya saat pandemi harus ada banyak perilaku di kita, dari yang sebelumnya tidak menerapkan 3M, sekarang menjadi pola pembudayaan. Nah untuk bisa dibudayakan harus diedukasi, harus ada banyak stakeholder yang bisa melakukan ini,” ujarnya.
Suyasa mencontohkan, gerakan pramuka yang diwajibkan menjadi agen perubahan prilaku punya kewajiban untuk ikut berperan memutus mata rantai penularan Covid-19.
Dimanapaun keberadaan insan pramuka, maka harus mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Itu bagian dari tugas sebagai agen perubahan prilaku.
“Penanaman mengedukasi, mensosialisasi, mendekati terus dilakukan dan pramuka diharapkan tampil juga disitu. Makin banyak yang terlibat, itu akan semakin baik,” tegas Suyasa yang juga Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Buleleng. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan