Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Peradaban Bali Dibangun di Lembah Sungai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Koordinator Staf Khusus Presiden, AGGN Ari Dwipayana menjadi pembicara kunci pada webinar bertema "Sri Kesari Warmadewa -Menjenguk Kembali Proses Pemberadaban Bali", yang diselenggarakan Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana bekerjasama dengan Paiketan Krama Bali (4/2/2021).
Webinar yang mengulas kilas balik proses pemberadaban Bali dari nol kilometer Prasasti Blanjong ini menampilkan pembicara Sugi Lanus, seorang pakar manuskrip Bali dan Jawa Kuno.
Mengawali acara, Ari menekankan pentingnya pemahaman sejarah sebagai cara untuk mengingat masa lalu, dalam konteks mencari obat atau tamba eling dari masa kini. Dengan menempatkan sejarah peradaban sebagai obat atau tamba, sejarah akan menjadi instrumen yang mempersatukan sekaligus sebagai sarana untuk melakukan introspeksi (mulat sarira), untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Lebih lanjut Ari memaparkan jejak sejarah panjang peradaban Bali sepanjang tukad Petanu-Pakerisan yang mewariskan banyak 'legacy' yang patut menjadi bahan pembelajaran hari ini. Diantaranya, realitas bahwa peradaban Bali dibangun di lembah sungai, yang dibuktikan dengan banyaknya tempat pemujaan, pertapaan dan pusat pemerintahan di lokasi tersebut.
Realitas itu seharusnya memberikan kesadaran pada kita untuk menjaga sumber-sumber mata air, aliran sungai sebagai sumber kehidupan. Peradaban air ini juga memunculkan sistem religi yang memuliakan air (Gama Tirtha). Dari sejarah kita juga mengetahui kemampuan nenek moyang kita dalam penguasaan teknologi pengolahan seperti pembuatan Nekara dan teknologi hidraulik, seperti empelan, uwungan dan sebagainya.
Legacy penting ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai pariwisata Bali. Jika kita mampu menjaga ekologi, sumber-sumber mata air, sungai dan danau yang ratusan tahun telah menjadi bagian penting dari peradaban Bali, melakukan konservasi peninggalan sejarah Bali Kuna, serta mengangkat cerita dan nilai yang hidup di dalamnya, maka pariwisata Bali akan memiliki jiwa (soul) yang sangat bernilai.
Saatnya pariwisata juga diperkuat dari sisi edukasi sejarah dan konservasi, baik melalui perhormatan pada peninggalan peradaban masa lalu maupun penghargaan pada alam-lingkungan.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1624 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun