Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Dinkes Bali Bantah Vaksin HPV Picu Kemandulan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai vaksin Human Papillomavirus (HPV) yang disebut dapat menyebabkan kemandulan pada anak sekolah.
Kabar tersebut mencuat di tengah perluasan program imunisasi HPV yang kini juga menyasar anak laki-laki di Bali. Dinas Kesehatan memastikan vaksin HPV yang diberikan dalam program imunisasi telah melalui penelitian ilmiah dan dinyatakan aman.
dr. I Gusti Ayu Raka Susanti dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali mengatakan disinformasi mengenai vaksin menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program imunisasi.
"Berita yang beredar (tentang kemandulan) adalah hoax. Vaksin HPV aman dan tidak menimbulkan efek samping serius pada umumnya," tegas dr. Raka Susanti, Rabu (12/08/2026).
Menurutnya, efek samping setelah imunisasi HPV umumnya bersifat ringan. Beberapa reaksi yang dapat muncul antara lain kemerahan, bengkak atau nyeri di lokasi penyuntikan serta demam ringan yang biasanya menghilang dalam beberapa hari.
"Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksin HPV bisa menyebabkan kemandulan," imbuhnya.
Untuk memastikan pemberian vaksin berlangsung aman, imunisasi HPV di sekolah dilaksanakan dengan prosedur medis. Petugas puskesmas melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kesehatan siswa sebelum vaksin diberikan.
Pelaksanaan imunisasi juga dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Petugas kesehatan mendatangi sekolah sesuai jadwal yang telah disepakati.
"Sesuai jadwal yang telah disepakati, petugas puskesmas datang ke sekolah dan melakukan imunisasi dengan melakukan skreening seperti ada riwayat demam atau keluhan lainnya. Bila kondisi anak sehat baru akan diberikan imunisasi HPV," jelasnya.
Pada tahap awal perluasan imunisasi HPV bagi anak laki-laki, terdapat 2.546 siswa tingkat SD/MI/sederajat yang menjadi sasaran penerima vaksin. Distribusi vaksin dilakukan secara berjenjang mulai dari Kementerian Kesehatan ke pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga puskesmas.
Bali termasuk tiga provinsi yang dipilih sebagai lokasi perluasan imunisasi HPV bagi anak laki-laki pada 2026. Selain Bali, program tersebut juga diperluas di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Pemilihan Bali tidak terlepas dari capaian imunisasi HPV pada anak perempuan yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Pelaksanaan imunisasi HPV untuk anak laki-laki mulai dilakukan pada Agustus 2026 dan diintegrasikan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sasaran imunisasi HPV pada 2026 mencapai 29.818 anak laki-laki dan 28.573 anak perempuan kelas 5 SD/MI/sederajat.
Perluasan sasaran kepada anak laki-laki dilakukan karena infeksi HPV tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks pada perempuan. Virus tersebut juga dapat menyebabkan sejumlah penyakit dan kanker pada laki-laki, termasuk kanker anus, kanker penis, kanker mulut dan tenggorokan, serta kutil kelamin.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengajak orang tua dan pihak sekolah tidak terpengaruh informasi yang belum terbukti kebenarannya serta mendukung pelaksanaan imunisasi HPV bagi anak.
"Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengajak seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan dukungan terhadap program imunisasi HPV sebagai bentuk perlindungan kesehatan anak sejak dini," tulisnya.
Melalui perluasan imunisasi HPV, pemerintah berharap semakin banyak anak di Bali mendapatkan perlindungan sejak dini sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, produktif dan berkualitas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4498 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2307 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1916 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1030 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun