Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Dinkes Bali Bantah Vaksin HPV Picu Kemandulan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai vaksin Human Papillomavirus (HPV) yang disebut dapat menyebabkan kemandulan pada anak sekolah.
Kabar tersebut mencuat di tengah perluasan program imunisasi HPV yang kini juga menyasar anak laki-laki di Bali. Dinas Kesehatan memastikan vaksin HPV yang diberikan dalam program imunisasi telah melalui penelitian ilmiah dan dinyatakan aman.
dr. I Gusti Ayu Raka Susanti dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali mengatakan disinformasi mengenai vaksin menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program imunisasi.
"Berita yang beredar (tentang kemandulan) adalah hoax. Vaksin HPV aman dan tidak menimbulkan efek samping serius pada umumnya," tegas dr. Raka Susanti, Rabu (12/08/2026).
Menurutnya, efek samping setelah imunisasi HPV umumnya bersifat ringan. Beberapa reaksi yang dapat muncul antara lain kemerahan, bengkak atau nyeri di lokasi penyuntikan serta demam ringan yang biasanya menghilang dalam beberapa hari.
"Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksin HPV bisa menyebabkan kemandulan," imbuhnya.
Untuk memastikan pemberian vaksin berlangsung aman, imunisasi HPV di sekolah dilaksanakan dengan prosedur medis. Petugas puskesmas melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kesehatan siswa sebelum vaksin diberikan.
Pelaksanaan imunisasi juga dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Petugas kesehatan mendatangi sekolah sesuai jadwal yang telah disepakati.
"Sesuai jadwal yang telah disepakati, petugas puskesmas datang ke sekolah dan melakukan imunisasi dengan melakukan skreening seperti ada riwayat demam atau keluhan lainnya. Bila kondisi anak sehat baru akan diberikan imunisasi HPV," jelasnya.
Pada tahap awal perluasan imunisasi HPV bagi anak laki-laki, terdapat 2.546 siswa tingkat SD/MI/sederajat yang menjadi sasaran penerima vaksin. Distribusi vaksin dilakukan secara berjenjang mulai dari Kementerian Kesehatan ke pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga puskesmas.
Bali termasuk tiga provinsi yang dipilih sebagai lokasi perluasan imunisasi HPV bagi anak laki-laki pada 2026. Selain Bali, program tersebut juga diperluas di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Pemilihan Bali tidak terlepas dari capaian imunisasi HPV pada anak perempuan yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Pelaksanaan imunisasi HPV untuk anak laki-laki mulai dilakukan pada Agustus 2026 dan diintegrasikan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sasaran imunisasi HPV pada 2026 mencapai 29.818 anak laki-laki dan 28.573 anak perempuan kelas 5 SD/MI/sederajat.
Perluasan sasaran kepada anak laki-laki dilakukan karena infeksi HPV tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks pada perempuan. Virus tersebut juga dapat menyebabkan sejumlah penyakit dan kanker pada laki-laki, termasuk kanker anus, kanker penis, kanker mulut dan tenggorokan, serta kutil kelamin.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengajak orang tua dan pihak sekolah tidak terpengaruh informasi yang belum terbukti kebenarannya serta mendukung pelaksanaan imunisasi HPV bagi anak.
"Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengajak seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan dukungan terhadap program imunisasi HPV sebagai bentuk perlindungan kesehatan anak sejak dini," tulisnya.
Melalui perluasan imunisasi HPV, pemerintah berharap semakin banyak anak di Bali mendapatkan perlindungan sejak dini sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat, produktif dan berkualitas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8519 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5866 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3681 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2511 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar