Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pengunjung Swalayan Ungkap Detik-Detik Pria Bersenjata Bunuh 10 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Aksi penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat, kali ini di Colorado. Seorang pria bersenjata secara brutal menyerang warga dengan melepaskan tembakan di sebuah toko swalayan di Boulder, Colorado, pada Senin (22/3/2021) sore.
Melansir New York Times, setidaknya 10 orang dilaporkan tewas, termasuk seorang petugas polisi.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 3 sore di toko swalayan King Soopers di Boulder, kota Colorado, yang berjarak sekitar 28 mil (45 km) dari barat laut Denver.
Seperti dilansir dari Reuters, pembeli dan karyawan yang panik melarikan diri untuk berlindung saat petugas kepolisian mengerumuni tempat kejadian, yang terletak sekitar 2 mil dari kampus utama Universitas Colorado.
Seorang pelanggan yang juga merupakan warga Boulder menceritakan situasi kekacauan saat penembakan itu terjadi.
"Kami berada di kasir, dan tembakan mulai terdengar," kata Sarah Moonshadow kepada Reuters.
Ia mengatakan, saat mencoba untuk membantu korban yang tergeletak di trotoar di luar toko, putranya menariknya pergi sambil mengatakan, 'Kita harus pergi,'.
"Saya tidak bisa membantu siapa pun," ujarnya, menangis tersedu-sedu.
Berdasarkan laporan kepolisian, saat ini tersangka sudah diamankan oleh petugas. Tersangka ditangkap dalam keadaan kaki kanan terluka serta bertelanjang dada, seperti yang terlihat dalam video yang beredar.
Kepala Polisi Boulder, Maris Herold, mengatakan, 10 orang tewas dalam serangan tersebut, dengan salah satu di antaranya merupakan polisi berusia 51 tahun bernama Eric Talley. Talley merupakan petugas pertama yang berada di lokasi kejadian saat penembakan itu terjadi.
Sebelumnya, aksi penembakan massal juga terjadi di AS pada Selasa (16/3/2021) lalu, tepatnya di kawasan panti pijat dan spa, Kota Atlanta.
Delapan korban dilaporkan tewas dengan enam perempuan diidentifikasi sebagai warga keturunan Asia. Akibat penembakan tersebut, tagar #StopAsianHate menggaung di Twitter dan menjadi trending dunia. Warganet beramai-ramai menyuarakan penolakan terhadap tindakan rasialisme yang diterima warga keturunan Asia di Amerika.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun