Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Vaksin Astrazeneca CTMAV547 Ditarik, Vaksinasi di Bali Tetap Lancar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dihentikannya distribusi dan penggunaan Astrazeneca CTMAV547 oleh Pemerintah Indonesia tak memengaruhi percepatan vaksinasi di Bali. Saat ini vaksinasi di Bali justru semakin digencarkan.
Demikian disampaikan Kepala Kesehatan Kodam IX/ Udayana, Kol. CKM. dr. I Made Mardika saat meninjau vaksinasi di Badung, Senin (17/5).
"Syukurnya kita di Bali aman. Vaksin Astrazeneca untuk Bali dan khusus untuk Kodam IX/ Udayana dalam kategori aman. Kita gunakan batch CTMAV516, CTMAV518," ungkapnya.
Maka dia mengajak masyarakat Bali agar tidak panik atas keputusan pemerintah itu. Pejabat asal Tabanan ini memastikan jenis vaksin Astrazeneca yang beredar di Bali aman.
Tak dipungkirinya, keputusan itu menyebabkan sejumlah masyarakat cemas. Apalagi masyarakat disusupi hoaks tentang bahaya vaksin Covid-19.
Vaksin tersebut juga telah digunakan di wilayah lainnya yang menjadi daerah teritorial Kodam IX/ Udayana, seperti Sumba, Kupang. Sepanjang penggunaannya, belum ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imuniasi (KIPI) diluar prediksi.
Dia menerangkan, Astrazeneca awalnya digunakan pada 20 Maret 2021 untuk kawasan yang akan dijadikan kawasan hijau atau aman dari penularan Covid-19. Yakni Ubud, Sanur dan Nusa Dua, sebanyak 200 ribu dosis.
Selanjutnya vaksin jenis itu juga diperuntukkan anggota TNI dan Pegawai Negeri Sipil. Hanya saja batch Astrazeneca yang digunakan bukanlah CTMAV547.
"Penggunaan Astrazeneca awalnya karena eranya, dan persediaan cukup. Alasan lain, karena sejumlah warga dan anggota TNI telah menerima vaksin tersebut pada dosis pertama. Harus sama jenis vaksin yang pertama dan kedua," beber Mardika.
Dia menegaskan, pemerintah bukan menarik Astrazeneca CTMAV547, namun menunda peredarannya. Keputusan itu dikarenakan adanya KIPI khusus yang ditemukan oleh pemerintah. Namun menurutnya KIPI khusus itu belum tentu dikarenakan vaksin.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8441 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5805 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3631 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2457 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar