Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Baru Berdiri 5 Hari, Kuil Dewi Corona Kini Dihancurkan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah kuil untuk memuja Dewi Corona berdiri di desa Sukhulpur, Uttar Pradesh, India. Menyadur Indian Express Senin (14/06), warga kerap datang ke kuil ini untuk berdoa agar dijauhkan dari virus.
Menurut laporan setempat, kuil dewi corona ini didirikan oleh warga desa secara mandiri dengan dana yang mereka kumpulkan.
“Warga desa secara kolektif mendirikan kuil dengan keyakinan bahwa berdoa kepada dewa pasti akan memberikan kelegaan bagi orang yang menderita Covid-19,” kata salah satu warga.
Namun belakangan, kuil ini justru menjadi kekhawatiran baru karena pengunjung terus berkerumun di dalam kuil untuk berdoa dan menerima prasad dari pendeta.
Ketika foto dan video kuil viral, banyak yang menunjukkan bahwa India memiliki tradisi yang kental dalam mempersembahkan doa kepada dewa untuk mencari perlindungan dari penyakit.
Warganet lain bergurau bahwa alih-alih menawarkan prasad, kuil seharusnya memulai program vaksinasi di tempat.
Terbaru, kuil yang meresahkan karena menimbulkan kerumunan itu dibongkar pada Jumat malam. Warga menuduh polisi sebagai dalang peristiwa ini namun dibantah dengan tegas.
India Today melaporkan bahwa kuil itu dibangun di situs yang disengketakan dan salah satu pihak yang terlibat dalam perselisihan itu menghancurkannya.
Penduduk desa mengatakan kuil itu dibangun lima hari lalu oleh Lokesh Kumar Srivastava dengan bantuan sumbangan dari warga setempat.
Dia memasang idola "corona mata". Radhey Shyam Verma dari desa itu ditunjuk sebagai imamnya, setelah itu orang-orang mulai berdoa di sana.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 444 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan