Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Kapal Nelayan Dibakar, Polisi Masih Dalami Motifnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polairud Polda Lampung terus menyelidiki kasus pembakaran kapal nelayan di perairan Sukabanjar, Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus.
Sampai saat ini penyidik Polairud Polda Lampung telah memerika 10 saksi terkait pembakaran kapal nelayan di perairan Tanggamus.
Para saksi yang diperiksa terdiri dari nahkoda, anak buah kapal, dan warga sekitar. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara ini.
"Jadi ini yang akan masih dilakukan pendalaman, ini yang sedang kami minta keterangan dari saksi-saksi yang ada," kata Kombes Zahwani Pandra Arsyad.
Pandra menyebut, perairan di wilayah Tanggamus saat ini pada masih musim timur. Sehingga banyak nelayan yang tertarik untuk mencari dan melakukan penjaringan ikan, bukan hanya dari Pulau Sumatera saja, tetapi juga dari Pulau Jawa.
"Perairan Tanggamus sangat baik untuk sumber daya alam khususnya ikan, jadi membuat keterkaitan para pelaut tersebut. Anggota kami saat ini masih melakukan pendalaman di lokasi pembakaran dan situasi sudah normal," ujar Pandra.
Sebelumnya diberitakan KM Sekar Tanjung 1 yang menangkap ikan di perairan Sukabanjar Kota Agung Timur, Tanggamus, dibakar sekelompok warga pada Minggu (13/6/2021) pukul 10.00 WIB.
Kapal yang dinahkodai Rusdi dan 10 ABK pada pukul 08.00 WIB menjaring ikan di perairan Sukabanjar, kemudian 30 orang menyuruh berhenti dan memaksa ke Pelabuhan Batu Balai Tanggamus.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang