Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Petani Buah Naga di Gianyar Berkibar Saat Pandemi
Omzet Puluhan Juta per Bulan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sektor pertanian justru berkibar di saat sektor pariwisata memang terpuruk saat pandemi Covid-19 melanda.
Salah satu petani yang kecipratan rejeki meski pandemi adalah I Gede Wahyu, 44, warga Banjar Kesian, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar. Bersama keluarganya, Gede Wahyu mencoba mengembangkan pertanian buah naga sejak Tahun 2018.
Selama setahun penantian, akhir Tahun 2019 buah naga hasil panen mulai dijual ke pasaran. Peminatnya cukup antusias, apalagi distribusi buah dari luar Bali dibatasi. Membuatnya leluasa menjajal pasar buah di Bali, khususnya Gianyar, Klungkung, Denpasar dan Badung.
"Justru pandemi ini petani buah Naga kelompok tani Kubuahi ini berkibar," ujarnya saat ditemui Selasa (6/7).
Bibit buah naga didatangkan dari Banyuwangi, Jawa Timur. Sampai di Bali, dirawat dengan konsep pertanian organik. Pada lahan seluas 98 are, kelompok Tani ini sudah memasang sekitar 550 titik lampu.
Tujuannya agar tanaman buah naga mendapatkan penyinaran yang maksimal. Karena hal ini berpengaruh pada peningkatan hasil panen.
"Jika diakumulasikan, panen kita per bulan sekitar 1,5 ton. Harga stabil Rp 20.000 per kg," ujarnya.
Saking banyaknya penggunaan lampu, biaya listrik kebun organik berdaya listrik 7.700 VA ini mencapai Rp 1 juta per 10 hari. Modal awal pemasangan 200 lampu, katanya sekitar Rp 40 juta. Ternyata, penyinaran meningkatkan hasil panen sehingga Rp 40 juta tersebut balik modal dalam waktu singkat.
Maka itu, pihaknya sangat ingin menambah lampu lagi untuk 63 are sisanya. "Ada yang belum isi lampu, perlahan akan kita tambah," ujarnya.
Untuk pemasaran buah naga organik ini langsung ke toko buah kawasan Gianyar, Klungkung, Denpasar dan Badung. "Di Badung, buah fresh kita diolah menjadi kripik buah naga untuk eksport. Kalau ekspor buah naga fresh belum, karena melayani permintaan dari toko saja kita sudah kewalahan," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3461 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1315 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 689 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun