Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng Pantau Sejumlah Pos
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penurunan mobilitas warga di Kabupaten Buleleng belum mencapai target 30%. Hal ini dilihat dari hasil rapat evaluasi pusat menunjukkan masih banyak aktivitas warga masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Darurat Covid-19 khususnya di Kabupaten Buleleng.
Untuk itu dalam upaya menurunkan aktivitas warga dilakukan pemeriksaan di beberapa titik. Demikian disampaikan Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd saat meninjau pemeriksaan terhadap warga, Jumat, (9/7).
Lebih jauh ujar Suyasa, penurunan aktivitas warga di Kabupaten Buleleng terpantau masih 10% untuk itu Satgas Covid-19 Buleleng akan melakukan beberapa skema dalam upaya menurunkan mobilitas warganya.
Salah satunya adalah melakukan pemeriksaan kepada pegawai perkantoran yang nota bene sudah dilakukan penyesuaian system kerja yakni work from home (WFH) dan work from office (WFO).
Terkait sistem kerja, jelas Suyasa sudah diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 15 Tahun 2021, Surat Edaran Gubernur Bali No. 9 tahun 2021 serta SE Bupati Buleleng No. 1638 Tahun 2021 bahwasanya sektor kritikal pegawainya 100 % WFO, kemudian sektor essensial 25% WFO dan non kritikal dan non essensial 100% WFH.
“Jika pegawai yang WFH ditemukan di luar, maka akan diperiksa untuk dapat menunjukkan surat tugas, jika tidak akan disuruh pulang. Hal ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas pegawai diperkantoran sesuai sektor-sektor yang sudah ditetapkan. Warga pun demikian akan dicek surat vaksinnya dan juga tujuannya harus jelas. Upaya-upaya ini akan terus kita lakukan untuk mengurangi mobilitas warga,” jelasnya.
Selain pemeriksaan untuk pembatasan aktivitas, upaya mengurangi kerumunan jelas Sekda Suyasa dengan mematikan lampu penerangan jalan mulai pukul 20.00 WITA sebesar 50% namun tetap mempertimbangkan aspek-aspek keamanan. Kemudian penonaktifan akses wifi gratis milik pemerintah mulai pukul 20.00 WITA.
“Sekali lagi, upaya ini semua untuk menurunkan potensi kerumunan warga, mohon jika tidak ada keperluan yang sangat penting lebih baik tinggal di rumah saja, sehingga penularan dan penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” ajaknya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4127 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun